16 Tahun Menahan Sakit, Pria Ini Potong Tangannya Sendiri

shares

SAUNG99 - Pada usia 28 tahun, Mark Goddard mengalami kecelakaan. Saat itu, dokter setempat hanya menjahit lengan kirinya yang terluka cukup parah. Namun, sakit yang ia alami tak kunjung reda hingga usianya 44 tahun.

Ia pun berkonsultasi dengan dokter di salah satu rumah sakit di Inggris, untuk mengamputasi tangannya yang terluka karena ia kerap didera rasa sakit. Namun dokter menolaknya, karena tangannya masih sehat untuk diamputasi.

Dan ia pun memberikan ultimatum kepada rumah sakit, jika mereka tidak mengamputasinya, ia akan melakukannya sendiri. Dan benar saja, dalam beberapa bulan, ia menyiapkan sebuah alat yang diberinama guillotine, dengan alat potong berupa kapak.

Alat tersebut ia persiapkan tanpa sepengetahuan keluarga. Ia sembunyikan guillotine di gudang mobilnya. Putus asa yang ia rasakan, sebelum melakukan aksinya yang ekstrem yaitu memotong tangannya sendiri.

"Saya tidak ingin melakukan aksi ekstrem ini, namun sakit yang saya rasakan tidak pernah berhenti. Rumah sakit menolak saya untuk mengamputasi tangan. Jadi saya melakukannya sendiri," kata Goddard.

Ia mengamputasi tangannya ketika sang istri pergi keluar, tanpa pikir panjang lagi, ia letakkan tangannya di alat tersebut, dan perlu dua kali hantaman, hingga telapak tangannya putus.

Ia melakukan hal tersebut tanpa melakukan pembiusan terlebih dahulu, akibatnya ia merasakan sakit yang sangat. Dan tidak lama setelah itu, ia pingsan. Tapi beruntung, istrinya pulang kembali, dan menemukannya dalam keadaan yang mengerikan dengan telapak tangannya putus.

Setelah itu, ia dilarikan ke rumah sakit, untuk menghindari infeksi yang terjadi. Walaupun kini telapak tangannya telah hilang, namun kerap rasa sakit menghinggapinya.


via: Mail Online

Related Posts

0 comments:

Post a Comment