Cacat Tak Halangi Rakhmat Raih IPK 3,93 di Universitas Qatar

shares

Muhammad Zulfikar Rakhmat saat penganugerahan lulusan terbaik.
SAUNG99 - Muhammed Zulfikar Rakhmat merupakan lulusan Universitas Qatar (QU), yang mempunyai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,93. Ia lahir dengan cacat fisik, yang membuat tangannya tidak mampu untuk menulis.

Tapi, itu bukan menjadi penghalang baginya untuk diam merenungi keterbatasannya tersebut. Sebelum pindah ke Qatar bersama keluarganya, Rahkmat tinggal di Indonesia, namun sayang tidak difasilitasi secara baik.

Di Qatar, ia banyak sekali mendapat fasilitas khusus, yang diperbolehkan hingga perkuliahan. Bahkan ia kerap menggunakan tenaga bantu orang lain dan laptop, saat tangannya tidak mampu menulis jawaban.

Saat belajar di Universitas Qatar, ia mengambil jurusan Hubungan Internasional. Dan hanya dalam waktu sekitar 3,5 tahun, ia akhirnya lulus dengan IPK cum laude.

Dalam sebuah wawancara dengan Doha News, ia menceritakan bagaimana sulitnya belajar dengan keterbatasan yang dimilikinya. Tapi itu bukan berarti ia menyerah dan pasrah begitu saja.



Sosok Muhammad Zulfikar Rakhmat.
"Ini sangat sulit, karena tangan adalah bagian penting dari tubuh. Tanpanya bekerja dengan baik, banyak aktivitas yang tidak bisa dilakukan seperti halnya orang lain. Saat saya merasa pesimis, saya membaca Quran,  sebagai semangat," ucap Rakhmat yang kami kutip dari Doha News.

Ingin Mengubah Persepsi

Saat berbicara ke Doha News, ia mengingat bagaimana dirinya diperlakukan bak anak kecil saat berbelanja, bahkan ia mengingat bagaimana taksi enggan untuk membawanya pulang ke rumah, karena keterbatasan yang ia alami.

"Masyarakat harus mengubah persepsi mereka terhadap orang dengan disabilitas. Bahkan saat ini, orang masih berpikir jika penyandang disabilitas kerap berhubungan dengan intejelensi yang kurang, dan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Padahal kami juga bagian dari masyarakat, kami berhak mendapatkan kesempatan yang sama seperti yang mereka dapatkan," ucap Rakhmat.

Sebagai manusia, selayaknya kita sadar diri, untuk merangkul mereka yang mempunyai keterbatasan fisik. Mereka bahkan bisa lebih pintar, dan bermanfaat dari mereka yang normal, asalkan mereka diperlakukan dan diberikan kesempatan yang sama.

Sudah selayaknya kita memberikan ruang bagi mereka, jangan pernah merendahkan. Karena kita semua manusia sama, sama derajatnya di mata Tuhan. Apapun bentuk tubuh kita, apapun kelemahan fisik kita, di sana tersimpan 'harta' yang berharga.

Suka dengan artikel ini? Bagikan dan klik tombol G+ nya dan mulai berbagi dengan mereka yang mempunyai keterbatasan.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment