Tidak Membayar Iuran Pemakaman, Mayat Dibuang di TPA

shares

Peti mati berisi mayat dibuang di tempat sampah.
SAUNG99 - Bagi kota-kota besar, pemakaman ibarat menyewa sebuah lahan, yang setiap tahunnya harus dilakukan pembayaran. Dan jika tidak membayar, maka mayat yang ada di dalamnya bisa dipindahkan bahkan dibuang begitu saja di tempat sampah.

Hal inilah yang terjadi Guatemala, telat membayar iuran pemakaman, maka mayat yang bersangkutan dibuang begitu saja. Lahan pemakaman di negara tersebut memang cukup mahal, sehingga tidak jarang mayat di sana bagaikan berada di "rumah susun."

Bayangkan saja, untuk satu meter lahan makam, ada lebih dari empat mayat ditumpuk ke atas. Dan untuk itu, setiap mayat yang ada di pemakaman tersebut harus membayar iuran setiap tahunnya.



Mayat ditumpuk begitu saja.
Petugas yang hanya berbekal palu dan menutupi hidungnya, mulai "membersihkan" mayat-mayat dari "tempat tinggalnya". Dan mereka tidak ragu untuk memasukkan mayat-mayat yang tinggal tulang belulang tersebut ke dalam kantung plastik.

Bahkan sebagian yang memakai peti mati, dibuang begitu saja di tempat sampah. Ada juga mayat yang dibiarkan dibawah pohon bersama peti matinya. Pemakaman di sana memang bagaikan "apartemen" yang harus membayar sewa seetiap tahun, tidak peduli dari kalangan mana mayat tersebut berasal.

Jorge Dan Lopez berhasil mengabadikan bagaimana petugas membongkar kuburan, dan menyimpan mayat-mayat di kantung plastik, dan menumpuknya, hingga kerabat terdekatnya membayar uang sewa, jika ingin dikuburkan kembali.

"Pemandangan itu mengerikan, mereka menariknya bagaikan sebuah sampah. Setiap sisa-sisa dari tubuh manusia bagaikan sampah yang dibuang begitu saja," ucap Lopez.

Untuk melihat "kekejaman" para penggali kubur ini, silahkan klik tautan berikut ini: Mail Online.
Loading...

Related Posts

3 comments:

  1. Itu keterlaluan juga sih, tidak manusiawi, lebih baik ketika ada yang meninggal dikremasi aja dan abunya ditaburkan ke laut.. hemat lahan, tidak merepotkan anak cucu kelak di kemudian hari, beres to..

    ReplyDelete
  2. tidak manusiawi sekali zaman sdh amuradol

    ReplyDelete
  3. Jenazah harus diperlakukan dengan layak !

    ReplyDelete