Bercerai Membuat Perilaku Negatif Anak Muncul

shares

Ilustrasi perceraian.
SAUNG99 - Pernikahan merupakan sebuah komitmen yang suci, maka tidak heran jika banyak yang mencoba mempertahankannya di tengah cobaan. Bagaikan kapal yang terombang-ambing di lautan, biduk rumah tangga juga tidak bisa dielakkan.

Jika sudah tidak bisa dipersatukan lagi antara suami dan istri, maka perpisahan atau perceraian adalah hal yang paling menyakitkan, apalagi bagi mereka yang telah memiliki anak. Mereka bisa menjadi korban dari keegoisan orangtuanya.

Maka tidak heran, jika anak dari orangtua yang bercerai, rentan terjerumus kepada hal-hal yang berbahaya dan merugikan, seperti pergaulan bebas, mengonsumsi narkoba, nilai yang buruk di sekolah, hingga kelainan makan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, hampir dua pertiga anak yang tumbuh dari keluarga yang bercerai, memiliki sifat yang negatif. Saat mereka tumbuh di usia 14-22 tahun, maka sifat-sifat buruk dari mereka akan muncul. Hal ini dikuatkan oleh penelitian terhadap 6.500 rumah tangga yang mengalami perceraian.

Masa remaja sendiri merupakan masa yang sangat labil, sehingga mereka bisa terpengaruh dengan lingkungannya. Perceraian sendiri bukanlah perbuatan yang haram, bagi umat Islam, namun sangat dibenci oleh Allah.

Oleh sebab itu, intensitas komunikasi di era modern ini bukan soal kuantitas, tetapi kualitas yang harus diperbaiki. Apalagi jika kedua orangtua bekerja, karena dengan rendahnya pertemuan, menyebabkan rentannya hubungan rumah tangga. Ditambah godaan di luar rumah sangat tinggi sekali.

Namun kembali lagi kepada Anda, untuk melihat tujuan utama mendirikan sebuah keluarga.


referensia
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment