Wanita Cantik Ini Menikah dengan Prajurit Amazon

shares

Sarah Begum dan prajurit bernama Ginkto.
SAUNG99 -  Seorang pembuat film dokumenter asal Inggris, Sarah Begum, merupakan wanita cantik yang ingin meneliti sebuah suku di Amazon, tepatnya di hutan hujan Ekuador. Ia ingin melihat dari dekat, bagaimana raksasa minyak di sana secara perlahan 'menghancurkan' Amazon.

Untuk itu, ia melakukan beragam cara, agar bisa membuat film ekslusif di hutan hujan yang kaya akan mineral tersebut. Wanita berusia 21 tahun tersebut pergi dari London, dan menghabiskan dua minggu waktunya untuk mendokumentasikan kehidupan suku kuno yang masih hidup di belantara Amazon.

Di salah satu yang didatangi bukan tanpa risiko, pada tahun 1950-an, sekitar 5 misionaris tewas di sana. Namun Sarah mengaku disambut hangat, saat datang memasuki suku tersebut.

Dia belajar bagaimana menenun, berburu dengan sumpit, dan mencari rumput untuk ternak, seperti yang dilakukan wanita-wanita di sana. Dan pada akhirnya, ia menikah dengan salah satu prajurit yang berusia 51 tahun, yang tepaut usia sekitar 30 tahun dengannya, bernama Ginkto.


Sarah begum belajar menenun.
Namun pernikahan tersebut tidak mengikat, hanya sebagai simbol ia diterima di suku terasing di hutan Amazon.

"Saya dipilih oleh para tetua, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Saya dipanggil ke pondok dan semua orang di dalam telanjang. Saya diberitahukan untuk memakai pakaian tradisional mereka, yang merupakan seutas tali yang terbuat dari serat tanaman dikenakan di pinggang. Saya pikir, Saya tidak bisa telanjang, ini sedang difilmkan," ucap sarah.

Dan setelah itu mereka memakaikan mahkota, dan menjadikannya "ratu" di sana, yang ternyata itu adalah ritual untuk sebuah pernikahan. Karena profesionalitas, akhirnya Sarah mengikuti semua kegiatan tersebut.

Dia terkejut pada awalnya, tapi mereka menjelaskan bahwa ritual tersebut tidak diharapkan untuk memiliki hubungan intim dengan Ginkto. Sebaliknya, pernikahan adalah salah satu yang kehormatan untuk membangun kepercayaan dengan suku.

Sekarang, Sarah membuat pengalamannya menjadi sebuah film dokumenter setengah jam, berjudul Amazon Souls, yang ditampilkan di Festival Film Cannes tahun lalu.

Cadangan minyak yang kaya, membuat banyak perusahaan ingin berebut lahan di Amazon. Namun itu bisa memusnahkan suku tradisional yang sudah tinggal selama ribuan tahun. (Mail Online)


Related Posts

1 comments