Wanita Ini Gantikan Orang Meninggal dengan Boneka

shares

Tsukimi Ayano, pembuat boneka di desanya.
SAUNG99 -  Tidak ada yang bisa menggambarkan kesedihan ditinggalkan orang-orang yang dicintai. Rasa sedih tersebut terkadang datang dan pergi, tidak tentu kapan berakhirnya. Apalagi jika kepergian tersebut untuk selamanya, seperti karena kematian.

Namun bagi wanita ini, ada cara yang unik, aneh, namun cukup mengerikan, saat ditinggalkan orang-orang di sekelilingnya. Ia menggantikannya dengan boneka, yang dibuatnya sendiri. Bukan hanya satu atau dua, tapi seluruh penduduk yang meninggal dan pergi di sebuah desa di Jepang.

Perlahan tapi pasti, sekitar 1.000 kota dan desa di Jepang mengalami depopulasi, yaitu penurunan jumlah penduduk. Baik mulai ditinggalkan untuk migrasi ke kota, hingga mereka yang meninggal. Sedangkan angka kelahiran sangat kecil.



Boneka warga desa berkumpul.
Salah satunya adalah desa di Nagoro, Jepang Selatan, yang perlahan-lahan penduduknya 'menghilang.' Untuk itu Tsukimi Ayano, membuat sebuah ide, yaitu membuat boneka manekin, yang menyerupai orang-orang dengan banyak sekali karakter. Mulai dari anak sekolah, guru, nenek-nenek, hingga pekerja.

Sepintas memang cukup unik, namun jika malam tiba, keunikan tersebut berubah menjadi kengerian. Apalagi jika Anda tahu bahwa penduduk desa di sana jumlahnya sangat sedikit, dibandingkan dengan boneka manekin yang dibuatnya.


Boneka menggantikan proses belajar mengajar.
"Mereka membawa kembali ingatan. Wanita tua itu dibuat sebagai teman minum teh. Dan pria tua itu untuk menemanii minum shake dan bercerita tentang masa lalu. Ini mengingatkan kembali kenangan lama, saat mereka masih hidup," ucap wanita yang kini berumur 65 tahun tersebut.

Penduduk Jepang sendiri diperkirakan mencapai puncaknya di tahun 2010, dengan jumlah sekitar 128 juta. Dan akan mengalami depopulasi hingga mencapai angka 87 juta di tahun 2060, sementara itu, empat dari sepuluh orang akan berumur 65 tahun. tentu itu mengkhawatirkan, jika ras Jepang tidak ingin punah. (Mail Online)

Related Posts

0 comments:

Post a Comment