10 Tempat Paling Tercemar di Dunia

shares

Peringatan bahaya di Chernobyl.
SAUNG99 - Polusi udara, air dan suara bukanlah hal yang aneh yang ditemukan warga masyarakat saat ini. Bukan hanya di kota besar, pelosok daerah pun kini sudah banyak tercemari oleh polusi, baik secara di sadari atau tidak.

Di kota-kota besar kita sering melihat sungai-sungai yang sudah tidak jernih lagi, bahkan berbagai sampai dibuang di sana. Demikian juga dengan udara yang kita hirup, sudah tercemari oleh polusi baik dari kendaraan maupun pembakaran pabrik.

Terutama di negara-negara industri, pencemaran kini sudah semakin parah. Minimnya kesadaran dan juga tanggung jawab.membuat pencemaran susah untuk ditanggulangi. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan juga berbagai kalangan, untuk mengatasi pencemaran.

Lalu di kota atau daerah mana saja yang memiliki tingkat pencemaran paling buruk? Yang bisa menyebabkan kanker, cacat lahir, keterbelakangan mental dan juga penyakit-penyakit lainnya?

Berikut 10 tempat di bumi yang memiliki tingkat pencemaran paling buruk, yang kami kutip dari Livescience.

1. Chernobyl, Ukraina
Chernobyl adalah kota paling terkenal dari bencana nuklir terburuk dalam sejarah. Pada tanggal 26 April 1986, inti reaktor nuklir meledak yang mempunyai kekuatan radiasi 100 kali banyak dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Sekarang, lebih dari dua dekade kemudian, 30,6 kilometer zona eksklusi, masih menunjukkan bekas bencana. Lesi kulit, penyakit pernapasan, infertilitas dan cacat lahir adalah penyakit yang sering dilaporkan terjadi di daerah yang terkontaminasi, antara lain di Belarus, Rusia dan Ukraina.

2. Dzerzhinsk, Rusia
Sampai akhir Perang Dingin, Dzerzhinsk adalah salah satu kota manufaktur utama Rusia pembuat senjata kimia. Hampir 300.000 ton limbah kimia dibuang di sana antara 1930 dan 1998, kota ini tercatat di Guinness Book of World Records sebagai kota yang paling tercemar bahan kimia di dunia.

Pada tahun 2003, angka kematian di daerah dilaporkan melebihi angka kelahiran, yaitu 260 persen, dan harapan hidup rata-rata dilaporkan hanya 42 tahun untuk pria dan 47 untuk wanita. Seperempat dari 300.000 penduduk kota masih bekerja di pabrik-pabrik, yang memproduksi bahan kimia beracun.

3. Kabwe, Zambia
Kota ini memiliki 'warisan' timbal dan seng dari pertambangan yang telah meracuni warga setempat di dalam sumber air. Kadar timbal yang ditemukan di tubuh anak-anak setempat, memiliki rata-rata lima sampai 10 kali lipat yang ditetapkan oleh EPA.

4. La Oroya, Peru
Kota tambang La Oroya, salah satu kota beracun. Yang berasal dari pengolahan logam. Tingkat timbal dalam darah anak-anak di sana, sangat tinggi. Dan hampir 99 persen anak-anak terdapat timbal. Tingkat kematian dini sangat tinggi, karena adanya gas berbahaya yang berasal dari pabrik, dan penyakit-paru merupakan hal yang biasa ditemukan. Vegetasi di daerah sekitarnya telah hancur oleh hujan asam, karena emisi sulfur dioksida yang tinggi.

5. Linfen, Cina
Di Linfen, warga sering tersedak debu batubara di malam hari. Kota ini terletak di provinsi Shanxi di China, jantung negara industri dengan penggunaan batubara terbesar, yang menyediakan sekitar dua-pertiga dari energi Cina. Pemerintah Cina sendiri telah mencatat bahwa, Linfen memiliki kualitas udara terburuk, dan Bank Dunia telah menyatakan bahwa 16 dari 20 kota terpolusi terburuk di dunia berada di Cina.

6. Mailuu-Suu, Kyrgyzstan
Mailuu-Suu adalah rumah bagi hampir 2 juta meter kubik limbah tambang radioaktif, yang mengancam seluruh lembah Ferghana, salah satu daerah yang paling subur dan padat penduduk di Asia Tengah. Daerah ini juga mempunyai tingkat aktivitas seismik yang cukup tinggi, seperti longsor, yang memaksa limbah masuk ke sungai terdekat.

7. Norilsk, Rusia
Sebuah kota industri yang didirikan pada tahun 1935, dan menjadi kamp kerja paksa. Kota di Siberia ini menjadi rumah terbesar logam berat, dan peleburan kompleks di dunia. Kota ini telah menjadi salah satu tempat paling tercemar di Rusia, di mana pada musim dingin, salju akan berwarna hitam, akibat kandungan sulfur di udara.

8. Sukinda, India
Sukinda mengandung lebih dari 97 persen deposit bijih kromit. Dua belas tambang beroperasi tanpa kontrol lingkungan, pencucian hexavalent chromium sering terdapat di dalam pasokan air minum. Lebih dari 30 juta ton limbah batuan yang tersebar di daerah sekitarnya, dibuang ke sungai. Pekerja tambang kromit yang terus menerus terkena debu yang terkontaminasi dan air, kerap mengalami perdarahan gastrointestinal, TBC dan asma.

9. Sumgayit, Azerbaijan
Sumgayit adalah pusat industri utama Soviet, lebih dari 40 pabrik memproduksi bahan kimia untuk industri dan pertanian, dan membuang sekitar 70.000 hingga 120.000 ton emisi berbahaya setiap tahunnya. Limbah yang tidak terolah tersebut mencemari lumpur dan tanah. Akibatnya banyak bayi yang lahir prematur, lahir mati, dan cacat genetik seperti Down syndrome, anencephaly, spina bifida, hidrosefalus, penyakit tulang, dan mutasi genetik lainnya.

10. Tianying, Cina
Tianying adalah salah satu basis produksi timah terbesar di Cina, dengan produksi setengah dari total produksi negara tersebut. Teknologi rendah, operasi ilegal dan tidak adanya tindakan pengendalian polusi, menyebabkan konsentrasi pencemaran udara dan tanah masing-masing 8,5 kali dan 10 kali standar kesehatan nasional. Tanaman lokal dan gandum, juga terkontaminasi oleh debu timbal, dengan kadar 24 kali lebih tinggi dari standar nasional. Warga, terutama anak-anak, dilaporkan banyak menderita keracunan timah dan efek terkait IQ yang lebih rendah kerusakan ginjal, anemia, otak kerusakan dan lainnya. (Livescience.com)
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment