Bocah Enam Tahun Tewas Setelah Makan Permen Lolipop

shares

Permen lolipop. foto
SAUNG99 - Siapapun orangnya pasti tidak akan menolak untuk mngunyah permen, terutama anak-anak. Rasanya yang manis membuat makanan yang satu ini digemari, walaupun tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dengan berlebihan.

Kandungan gulanya yang tinggi, membuat permen menjadi makanan yang kurang menyehatkan. jenis permen pun beragam, mulai dari permen karet, permen batang dan yang cukup terkenal permen lolipop, dengan beragam bentuk dan warnanya.

Tapi Anda perlu waspada dengan salah satu permen ini, yaitu lolipop. Pasalnya, salah satu jenis permen beragam warna ini telah menewaskan seorang bocah. Tentunya hal ini tidak ingin terjadi pada buah hati Anda bukan. Bagaimana kejadiannya?

Peristiwa mengerikan ini menimpa seorang anak berusia enam tahun, yang memakan permen lolipop yang ia temukan di luar rumahnya di Heze, Provinsi Shandong, Cina. Setelah memakan permen tersebut, tiba-tiba darah keluar dari mata, telinga, hidung dan mulutnya, sebelum akhirnya ia meninggal di rumah sakit sehari kemudian.

Keluarga anak itu mengatakan, ia belum makan makanan lain selama 20 menit sebelum kecelakaan itu terjadi, dan mereka percaya bahwa ia keracunan oleh permen yang ia temukan di belakang rumah mereka.

Hal initerbukti, racun tikus ditemukan dalam sistem anak itu setelah kematiannya.

Dilansir dari Shanghaiist, melaporkan bahwa insiden tragis terjadi saat anak, disebut Xiao Li, di mana ia sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya. lalu teman-temannya berteriak meminta tolong.

Keluarganya bergegas membawa anak itu ke Rumah Sakit, di Juye untuk mendapatkan perawatan medis.

Karena kondisinya parah, ia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Jining Afiliasi Medical School untuk perawatan lebih lanjut. Dokter pun harus memberitahu orang tuanya, jika tidak ada harapan hidup bagi buah hatinya.

Setelah pengujian sampel urin dan darah Xiao Li, dokter menemukan adanya racun tikus berat dalam sistem tubuhnya. Dan kini polisi menyelidiki kasus tersebut.

Related Posts

0 comments:

Post a Comment