Cari Penembak Kucing Anaknya, Ayah Ini Habiskan Rp190 Juta

shares

Jutawan habiskan uangnya demi mencari pembunuh anak kucing. (dailymai.co.uk)
SAUNG99 - Rasa cinta terhadap hewan peliharaan bisa dibuktikan dengan berbagai cara, mulai dari memberikannya makan, memandikannya, dan juga merawatnya dengan baik. Dan hewan peliharaan yang populer di masyarakat adalah kucing dan anjing.

Sehingga tidak sedikit, yang memelihara kedua hewan tersebut semenjak bayi. Kedekatan pemilik dan hewan kesayangannya, bisa menjadi sangat kuat, ketika setiap kegiatan dilakukan dan dihabiskan berdua.

Terutama anak-anak, yang menginginkan hewan peliharaan seperti kucing, bisa sangat emosional ketika ditinggalkan binatang kesayangannya. Seperti kejadian berikut ini, di mana pemilik hewan peliharaan rela melakukan apapun juga demi binatang peliharaannya.

Seorang ayah rela menghabiskan uang sebesar £10.000 atau Rp190 juta pada detektif swasta, setelah polisi gagal untuk melacak preman yang membunuh kucing putrinya dengan senapan angin.

Neil Tregarthen selama enam minggu mengumpulkan informasi, untuk mencari penyebab kematian kucing, yang ia tuangkan dalam laporan sebanyak 15 halaman, di mana di sana terdapat beberapa nama tersangka utama--tapi petugas kepolisian menganggapnya sebagai 'rumor dan spekulasi,' lalu ditinggalkan kasus ini.

Detektif swasta lalu mengidentifikasi beberapa anggota geng lokal, yang diposting di halaman Facebook di mana mereka sering melukai hewan, dan memiliki catatan kriminal untuk pelanggaran terkait senapan angin.

Namun polisi menolak untuk melakukan penuntutan karena 'kurangnya bukti,' untuk serangan terhadap kematian anak kucing.

Putri Tregarthen, Aylish merasa ngeri saat menemukan kucingnya, Farah terbaring dalam genangan darah setelah pulang dalam keadaan pincang terluka dan lumpuh.

Mereka lalu membawa anak kucing itu ke dokter hewan tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan, dan akhirnya meninggal di meja operasi.

Namun kepolisian di Devon dan Cornwall mengatakan jika penyelidikan yang dilakukan tersebut kurang bukti, terutama untuk proses penyelidikan, karena hanya berdasarkan rumor dan spekulasi.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment