Ditemukan Makam Berumur 2.500 Tahun dengan Harta Menakjubkan

shares

Artefak yang ditemukan di makam. sumber
SAUNG99 - Misteri pemakaman dari jaman kunokembali terkuak, dan ini tentu merupakan kabar gembiri bagi arkeolog, yang memang ingin mengetahui seperti apa bentuk kehidupan di masa lampau. Karena dari peninggalan yang terkubur, bisa terkuak budaya yang dianut masyarakat setempat.

Kali ini makam seorang pangeran Celtic dari jaman besi, telah digali di salah satu kota kecil di Prancis. Kuburan 'luar biasa' ini, penuh dengan artefak Yunani dan mungkin Etruscan, dan ditemukan di zona bisnis di pinggiran Lavau di wilayah Champagne Prancis.

Pangeran ini dimakamkan dengan keretanya, yang cukup luas, sekitar 130 kaki atau kurang lebih 40 meter dari sisi ke sisi. Menurut tes yang dilakukan, pemakaman ini berasal dari abad ke-5 Sebelum Masehi (SM).

Sebuah tim dari National Institute Penelitian Arkeologi, Inrap, telah menggali situs tersebut sejak Oktober tahun lalu.

Mereka baru-baru ini mengetahui, jika pemakaman ini tertuju pada abad pertama Zaman Besi--periode yang ditandai dengan meluasnya penggunaan logam.

Penemuannya ini bisa menjelaskan perdagangan Eropa pada Zaman Besi.

Gundukan pemakaman berusia 2.500 tahun ini, intinya aalah sebuah ruang pemakaman seluas 14 meter persegi, dan belum dibuka, dan dipercaya berasal dari kerajaan kuno.

"Ini mungkin seorang pangeran Celtic lokal," kata Presiden Inrap Dominique Garcia kepada wartawan pada kunjungan lapangan.

Yang paling menarik saat menemukan makam ini adalah, ada kuali perunggu besar dan dihiasi, yang digunakan untuk menyimpan anggur encer. Tampaknya telah dibuat oleh pengrajin Etruscan dari daerah yang sama saat ini di Italia.

Kuali ini memiliki empat pegangan melingkar yang dihiasi dengan kepala berasal dari perunggu yang menggambarkan dewa Yunani Acheloos.

Dewa Sungai ditunjukkan dengan tanduk, jenggot, telinga, tanduk bantenga dan kumis sebanyak tiga buah. Delapan kepala singa betina juga menghiasi tepi kuali.

Makam ini juga terdapat kendi anggur keramik yang dibuat oleh orang-orang Yunani.

Dekorasinya mengungkapkan dewa Dionysus, berbaring di bawah pohon anggur dan menghadapi seorang wanita.

Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa sebuah roda besi, dari kereta yang dikuburkan bersama sang pangeran.

Penemuan lain yang menarik adalah sendok perak berlubang yang merupakan bagian dari peralatan perjamuan, mungkin untuk menyaring anggur.

Potongan-potongan ini adalah bukti dari pertukaran yang terjadi antara Laut Tengah dan Celtic.

Inrap mengatakan ruang pemakaman adalah salah satu yang terbesar yang tercatat untuk periode ini. Akhir keenam dan awal abad kelima SM, yang ditandai dengan munculnya kota Etruscan dan Yunani seperti Marseilles di Prancis selatan.

Pedagang Mediterania, mencari budak, logam dan barang berharga lainnya, membuka jalur perdagangan dengan benua Celtic.

Bangsa Celtic mendapatkan benda berharga yang berasal dari Yunani dan Etruscan, sebagai bukti dari perdagangan. Banyak juga ditemukan gundukan lain di Heuneburg dan Hochdorf di Jerman.

Para peneliti mengatakan penggalian di situs tersebut akan selesai pada akhir bulan ini.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment