4 Ton Semangka Dimusnahkan Akibat Terkontaminasi Pestisida

shares

Penghancuran semangka. Foto
BeritaU - Setiap hari kita membutuhkan asupan buah-buahan, yang mengandung banyak vitamiin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kita bisa memilih buah-buahan yang kita sukai, dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Beberapa buah-buahan mempunyai kandungan air yang tinggi, dan lainnya mempunyai kandungan serat yang baik bagi pencernaan. Tetapi kini banyak sekali oknum penjual atau petani buah, yang berbuat curang terhadap barang dagangannya.

Entah itu dengan tingginya kandungan pestisida, hingga buah-buahan berbakteri yang sangat berbahaya bagi tubuh. Maka kita selaku konsumen, perlu lebih waspada akan buah-buahan yang mengandung racun bagi tubuh.

Salah satunya adalah buah semangka. Buah yang segar ini jika dikonsumsi di siang hari, ternyata memiliki kandungan pestisida yang begitu kuat, yang bisa meracuni tubuh.

Buah ini sempat membuat heboh warga di Qingdao, Provinsi Shandong. Mereka bahkan diundang untuk menghancurkan empat ton semangka pada hari Jumat lalu, setelah salah satu batch ditemukan memiliki tingkat residu pestisida yang berbahaya.

Menurut kantor berita CCTV, sedikitnya 17 orang dirawat di rumah sakit setelah mengkonsumsi semangka dari batch yang terkontaminasi, termasuk seorang wanita hamil yang harus kehilangan anaknya setelah keracunan pestisida dari semangka.

Semangka yang dibeli dari grosir di kota Wanning, Hainan, yang diduga terkontaminasi segera diambil dari rak, dan menyebabkan penjualan buah merosot di pasar.

Bahkan sebuah pusat perbelanjaan Qingdao mengundang pelanggannya, untuk menghancurkan lebih dari empat ton semangka, dalam upaya untuk meyakinkan masyarakat tentang keamanan produk-produknya.

Jangan salah, buah semangka ini juga diekspor ke luar negeri. Dan Anda perlu waspada terhadap barang impor dari China yang kini mulai membanjiri tanah air. Jika Anda tidak ingin buah menjadi racun bagi tubuh, alangkah baiknya mulai mengkonsumsi buah lokal yang jauh lebih aman.

Related Posts

0 comments:

Post a Comment