Ini Hasil MRI Otak Remaja yang Memberontak

shares

Otak pemberontak. Foto
BeritaU - Perilaku remaja saat ini tidak bisa diprediksi, apalag mereka sangat rentan terbawa arus pergaulan. Maka tidak heran, banyak remaja yang melakukan hal-hal yang buruk, karena pengaruh teman-temannya.

Tentunya ini menjadi kekhawatiran bagi para orangtua, yang sibuk bekerja dan tidak sempat untuk memonitor anaknya setiap waktu. Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada remaja yang memberontak, apakah ada faktor keturunan atau murni pengaruh dari lingkungan?

Andai saja kita bisa mengintip ke dalam pikiran remaja, yang mempunyai masalah, dan melihat apa yang ada di pikiran mereka. Jangan hanya berandai-andai saja, ternyata kini kita bisa mengintip apa yang terjadi pada otak remaja yang memberontak.

Para ilmuwan telah mengungkapkan scan secara akurat, apa yang terjadi di dalam otak seorang remaja ketika mereka memberontak.

Hasil menunjukkan, bagaimana pemberontakan sering dipicu oleh kebutuhan orang muda untuk menegaskan individualitas, serta keinginan untuk memisahkan dari orangtua mereka.

Studi ini mencatat gambar otak remaja, ketika mereka diperlihatkan video dari teman-temannya secara terpisah, dan juga video dari orangtua mereka.

"Otak bagian tengah mereka semakin aktif, ketika diperlihatkan video teman-temannya dibandingkan dengan orangtua," kata Darby Saxbe, asisten profesor psikologi di University of Southern California.

Peneliti ini melacak aktivitas otak dari 22 remaja, yang berusia antara 16 sampai 18, melalui Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Hasil scan MRI mengungkapkan lonjakan aktivitas di precuneus--bagian otak yang mengontrol kesadaran tentang pikiran dan perilaku orang lain.

Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa remaja cenderung ingin bergaul lebih banyak dengan teman-temannya, namun tetap orangtua seharusnya tidak membiarkan mereka terlepas dari pengawasan kita dengan membangun hubungan lebih erat lagi.

Berdasarkan penelitian ini, pelajaran potensial yang bisa didapatkan adalah, "Jauhkan temannya, saat Anda dekat dengan anak Anda," kata Saxbe.

Studi ini mengikuti penelitian Duke University tahun lalu, bagaimana otak remaja berbeda dengan orang dewasa--dan mengapa mereka lebih mungkin untuk memberontak. Hal ini membuat banyak remaja rentan terhadap perilaku berisiko.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment