Menakjubkan, Desa Terpencil Ini Miliki 72 Air Terjun

shares

Desa Lauterbrunnen. Foto
BeritaU - Mencari air terjun, bisa menjadi salah satu alternatif perjalanan Anda saat berwisata. Banyak sekali air terjun yang Anda bisa kunjungi. Jika Anda ingin menjelajah air terjun di Indonesia, banyak sekali yang bisa dikunjungi.

tetapi jika kantong Anda cukup tebal, maka banyak alternatif wisata air terjun di luar negeri. Mulai dari air terjun yang cukup besar, air terjun Niagara, hingga air terjun yang paling dalam yang berada di gua.

Namun biasanya, satu daerah hanya memiliki satu atau beberapa air terjun yang bisa dinikmati. Tetapi bagaimana jika Anda bepergian ke suatu daerah, dan menemukan banyak sekali air terjun, bahkan hingga 72 buah? Tentunya sangat menyenangkan bukan.

Terselip di Bernese Oberland dari Pegunungan Alpen Swiss, sekitar 70 kilometer sebelah tenggara dari Bern, terletak lembah Lauterbrunnen, dianggap sebagai salah satu lembah yang paling indah di Eropa.

Lembah ini hanya selebar satu kilometer, dan terletak antara batu raksasa dan puncak gunung yang hampir tegak lurus di ketinggian 300 meter dari lantai lembah. Di bagian bawah, terletak antara menjulang tebing batu kapur, terletak desa Lauterbrunnen, di kelilingi di tiga sisi oleh Eiger, Mönch dan Jungfrau Mountains. Lembah ini bagaikan diukir oleh gletser saat mencair, meluas ke selatan dan kemudian berubah selatan-arah barat dari desa untuk membentuk bentuk U.

Lauterbrunnen sendiri berarti "banyak mata air". Nama ini berasal dari 72 air terjun yang menyembur ke dalam lembah dari wajah tebing vertikal, beberapa di antaranya tinggi beberapa ratus meter.

Yang paling terkenal ini adalah Air Terjun Staubbach yang terjun hampir 300 meter, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Eropa, jatuh tak terputus hingga dasarnya.

Fenomena alam lain yang spektakuler adalah sebagai Air Terjun Trummelbach, yang tersembunyi di balik gunung, dan terdiri dari serangkaian sepuluh gletser, air terjun ini membawa 20.000 liter air per detik. Air terjun yang terlihat sampai 1877, ketika sebuah terowongan yang dipahat ke gunung. Hari ini, Anda bisa naik digerakkan bawah tanah dan mendaki jalan setapak untuk melihatnya. Di musim dingin, namun, air terjun ini 'mengecl' hingga menjadi tetesan air.

Lauterbrunnen menjadi UNESCO World Natural Heritage Site pada tahun 2001.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment