Mengejutkan, Mahasiswa di Korut Tidak Tahu Letak Piramida

shares

Pelajar Korea Utara. Foto
BeritaU - Belajar merupakan proses untuk mencari tahu, sesuatu yang kita tidak tahu. Banyak sekali pelajaran yang diajarkan, mulai dari bangku sekolah hingga perguruan tinggi. Dan semakin tinggi pendidikan, maka tantangan ilmu pengetahuan semakin tinggi.


Dan setiap daerah atau negara, memiliki tingkatan tersendiri dalam metode belajar. Tetapi jika Anda melihat pelajar yang ada di negara komunis Korea Utara (Korut), mungkin akan menggelengkan kepala. Pasalnya banyak pelajaran yang mereka tidak tahu.

Bayangkan, memainkan permainan tentang ilmu pengetahuan dengan sekelompok mahasiswa pintar dari Universitas Oxford Korut, mahasiswa di sana tidak mampu mengenali Taj Mahal, Piramida atau Menara Eiffel.

Hal ini terkuak setelah pada tahun 2011, penulis dan wartawan Suki Kim pergi menyamar selama dua periode mengajar bahasa Inggris di Universitas Sains dan Teknologi, Pyongyang, di luar ibu kota negara yang paling rahasia di dunia.

Menyamar sebagai salah satu misionaris Kristen, ia menjalankan kegiatan mengajar, Kim menghabiskan waktu berbulan-bulan secara diam-diam mendokumentasikan pengalamannya untuk sebuah buku, 'Without You, There Is No Us: My secret life teaching the sons of North Korea's elite.'

Sekitar 270 anak laki-laki berusia 19-20 tahun, diizinkan untuk tinggal di ibukota yang sebagian besar terjebak dalam kemiskinan di pedesaan.

Kim harus bangun pukul 05:00 setiap hari, untuk menuliskan pengalamannya. Ia juga menyimpan catatan tersebut dalam bentuk USB, dan memastikan tidak ada yang mencurigainya.

Untuk orang-orang Korea Utara terbaik dan tercerdas, foto dari PBB yang memperlihatkan Taj Mahal dan Piramida, hanya menimbulkan ekspresi kosong dari setiap pelajar. Mereka tidak tahu apa itu, dan di mana berada.

Tetapi mereka tahu tentang Bill Gates dari universitas mereka sebelumnya, tetapi tidak tahu bagaimana Mark Zuckerberg dan website yang ia ciptakan, Facebook, yang telah merevolusi cara berkomunikasi di seluruh dunia.

"Hampir tidak ada yang tahu negara yang pertama kali mendarat ornag di bulan, meskipun fakta bahwa mereka belajar ilmu pengetahuan dan teknologi. Ditanya tahun berapa komputer telah ditemukan, sebagian besar tidak tahu, hanya ada satu tim yang berani menebak," ucap Kim.

Para pelajar bahkan tidak tahu tentang keberadaan internet. Hanya ada satu saluran TV tentang Pemimpin Besar, dan satu surat kabar tentang Pemimpin Besar--istilah untuk Kim Il-Sung, negara pendiri dan pemimpin pertama, yang dianggap abadi dan negara' Korea Utara Presiden Abadi.

Bahkan selama musim dingin, setiap kelompok berisi enam mahasiswa harus mengenakan seragam militer dan berjaga-jaga sepanjang malam di luar kampus.

Kim hanya terkesima oleh pemerintah yang sejauh ini telah berbohong kepada murid-muridnya, baik itu tentang prestasi segudang Kim Jong-Il, negara 'Pemimpin terhormat' pada saat itu, atau apa yang mereka telah kerjakan sampai pagi.

"Mereka tidak pernah diizinkan untuk bergerak bebas atau pertukaran informasi. Saya tidak melihat bagaimana mereka bisa bangkit. Saya pikir perubahan harus datang dari luar, entah karena saya, atau bisa mereka lakukan dari dalam," tambah Kim.
Loading...

Related Posts

1 comments