Pengendara Paling Membahayakan Ini Diburu Polisi

shares

Pemotor paling berbahaya. Foto
BeritaU - Kendaraan motor merupakan salah ssatu sarana transportasi yang paling praktis, irit, dan murah. Walaupun kenyamanan saat berkendara motor tidak seperti saat menggunakan mobil, atau transportasi umum lainnya.

Pengguna sepeda motor di jalan juga kian hari kian meningkat, namun begitu banyak sekali pelanggaran yang dilakukan oleh pemotor ini, mulai dari tidak menggunakan helm, berkendara melebihi muatan, atau ugal-ugalan di jalan raya.

Salah satunya adalah pemotor yang satu ini, yang terlihat tidak mengenakan helm. Dan parahnya lagi, ia membonceng seluruh keluarganya yang berjumlah enam orang dalam satu motor. Tentunya ini sangat mengancam nyawa penumpangnya.

Kini, pemotor yang berada di Argentina ini, sedang dalam incaran polisi. Mereka kerap terlihat berkendara melalui kota San Miguel de Tucuman, di utara-barat provinsi Argentina dari Tucuman.

Seorang pria di dalam foto terlihat memegang setang sepeda, sementara tiga anaknya mengangkangi tangki bensin di depannya dan seorang gadis dan seorang wanita duduk di kursi belakangnya. 



Pemotor paling berbahaya.
Setelah kemunculan foto tersebut, hanya beberapa minggu muncul kembali sebuah keluarga dengan tujuh orang naik sepeda motor, di kota Junin di provinsi timur Argentina Buenos Aires.

Tindakan yang dilakukan keluarga ini telah dikutuk di media sosial, setelah gambar kejadian ini muncul secara online di Argentina.

Salah satu pengguna, Amatista Avalos Muro, menulis: "Ini benar-benar luar biasa. Orang tua ini sedang mengatur anak-anaknya untuk mati."

Sementara lain, Ramses Crespo Cruz, menuliskan: "Jadi sedih bahwa beberapa orang tua sangat tidak bertanggung jawab. Mereka anak-anak miskin."

Polisi mengatakan mereka sedang mencari orang tua. Seorang juru bicara mengatakan: "Kami telah melihat gambar dan mengecam keras perilaku benar-benar tidak bertanggung jawab dan berbahaya ini. Kami telah meminta siapa saja yang mengakui keluarga ini untuk melapor."

Related Posts

0 comments:

Post a Comment