Dikubur Delapan Hari, Bayi Selamat Berkat Tangisan

shares

Tempat penemuan bayi yang terkubur. Foto
BeritaU -  Kematian memang bukan milik kita, maka tidak heran, jika seseorang yang sudah terluka parah, memiliki penyakit mematikan, atau dikubur hidup-hidup dan ditinggalkan dalam waktu yang lama, masih bisa bertahan hidup.


Kematian memang rahasia Tuhan, yang tidak akan diberitahukan kepada hambanya. Begitu juga dengan bayi yang baru lahir satu ini, yang ditemukan hidup setelah terkubur selama delapan hari di sebuah pemakaman.

Bayi anak laki-laki yang diduga ditinggalkan oleh orang tuanya ini, lahir dengan bibir sumbing. Namun keajaiban masih menaungi sang bayi, lalu bagaimana ia bisa bertahan selama ini di alam terbuka tanpa perlindungan? Dan siapa yang menemukannya?

Bayi ini ditemukan pegunungan provinsi Guangxi di Tiongkok selatan, tepatnya di Tian Dong. Dia secara ajaib ditemukan, setelah seorang wanita setengah baya mendengar seseorang menangis, saat mengumpulkan tanaman herbal untuk pengobatan.

Wanita, yang bernama Lu Fenglian, terkejut mendengar suara tangisan dan--percaya gunung berhantu--berlari ke sebuah kuil Buddha mencari bantuan.


Bayi yang dikubur orangtuanya.
Fenglian yang juga seorang relawan di Kuil Siping, segera meminta bantuan seorang biksu dan kembali ke tempat kejadian, di daerah Feng.

Biksu berumur 75 tahun, Zhao Shimin, menyadari bahwa tangisan tersebut ternyata datang dari bayi dari bawah tanah, di mana terdapat sejumlah kuburan yang tidak memiliki tanda.

Dia segera menelepon polisi, dan langsung tiba di lokasi di mana terletak bayi tersebut. Anak ini dimakamkan hanya lima sentimeter di bawah permukaan dalam kotak kardus, dan ditutupi tanah, dan tanah tersebut merembes melalui kotak yang telah basah.

Polisi juga menemukan selimut dan barang-barang lainnya, dari dalam kotak. Bayi tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit Tian Dong, di mana ia menerima perawatan medis darurat.

Pengasuhnya, bernama Bibi Liu, mengatakan bahwa ketika bayi tiba di rumah sakit ia dalam kondisi yang sangat buruk, dan ia harus disimpan dalam inkubator selama beberapa hari.

Hal ini juga mengejutkan, karena dokter yang membersihkan kotoran dari tubuh bayi, melihat zat hitam tebal saat bayi tersebut batuk, dan diduga bayi ini menelan tanah saat dikuburkan.

Sumber menunjukkan bahwa, bayi mampu bertahan hidup karena air hujan memberinya kelembaban yang cukup. Setelah beberapa hari, kondisinya telah stabil, dan dipindahkan dari inkubator.

Biksu Zhao, yang menemukan bayi tersebut mengatakan bahwa banyak orang memilih untuk dimakamkan di daerah Feng, karena baik dari segi Feng Shui.

Zhao mengatakan: "Bayi itu dimakamkan di antara banyak kuburan tak bertanda dan ditemukan hidup, sehingga ia harus diberkati."

Orang tua bayi ini kini sedang ditelusuri, dan pasangan muda di dekat Siping Village di kota Ping Ma diduga menjadi orangtua bayi tersebut. Dan penyelidikan pun masih berlanjut, karena kurangnya bukti.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment