Sadis, Ayah Seret Anaknya Bak Binatang

shares

BeritaU - Anak-anak ingin selalu bermain? Itu memang wajar, karena dunia anak-anak adalah dunia yang ingin mencari tahu. Dan juga ingin bebas dari segala beban, termasuk pelajaran di sekolah, untuk itu ketegasan orangtua harus menjadi kuncinya.



Ayah seret anak bak binatang. Foto
Tujuannya, agar anak bisa bertanggung jawab akan masa depannya. Karena bagaimana pun juga, belajar merupakan bekal bagi sang anak di masa depan. Maka Anak perlu diberikan ilmu-ilmu yang berguna baginya.

Namun jika anak tetap menolak untuk belajar, kadang orangtua bisa menghukumnya. Asalkan dengan cara yang wajar dan tidak menghinakan anak. Jangan sampai seperti ayah yang satu ini, dalam menghukum anaknya.

Dalam sebuah video, memperlihatkan jika seorang ayah membuat tali dan mengalungkan di leher anaknya bak binatang, lalu menyeretnya di atas tanah. Kejadian ini berlangsung di provinsi Zhejiang, dan telah memicu kemarahan dan kecaman di dunia online.

Rekaman itu menunjukkan, jika seorang ayah sedang "menghukum" anaknya yang baru berumur 10 tahun. Anak tersebut terlihat menangis dan menjerit, namun sang ayah tetap menarik anaknya untuk keluar dari truk dan menyeret sejauh lebih dari 100 meter. Pria itu terdengar berteriak, sambil marah-marah.

Sang ayah, yang juga seorang sopir truk, kepada wartawan di kantor polisi mengatakan bahwa ia "kehilangan kesabaran" karena anaknya kerap bermain di luar rumah sepanjang pagi dan siang, serta tidak menghabiskan waktu pada pelajarannya.

Dia mengakui bahwa cara hukuman itu pantas namun kasar. Namun tidak diketahui, apakah ayah ini akan menghadapi hukuman atau tidak. 

Sementara anak itu menderita luka di tangannya. Kasus ini terjadi dua bulan setelah seorang ibu Guangdong menghukum anaknya dengan berlutut telanjang di jalan.

Boleh-boleh saja menghukum anak, asalkan tidak menghinakannya, menyakitinya, dan juga tidak membuatnya malu. Serta jangan memukul pada bagian kepala anak, atau menghindarinya.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment