Rekaman Pendaratan di Bulan Hilang, Pejabat Rusia Ingin Investigasi

shares

Pendaratan manusia pertama kali di bulan. Foto
BeritaU - Pada tanggal 20 Juli 1969, Apollo 11 milik Amerika Serikat diklaim berhasil mendaratkan manusia pertama kali di bulan. Di setelahnya, enam misi pendaratan di bulan dilakukan, baik tanpa awak maupun berawak.

Namun sampai detik ini, tidak pernah terjadi lagi manusia mendarat di bulan. Lalu, apakah pendaratan di bulan tersebut asli atau hanya akal-akalan Amerika, untuk menjadi negara yang pertama kali yang mengklaim pernah mendaratkan manusia di bulan.

Teroi konspirasi pun berkembang hingga saat ini, apalagi pada tahun 1980, NASA yang merupakan badan antariksa Amerika Serikat mengklaim, jika bukti berupa film pendaratan telah menghilang.

Bahkan seorang pejabat Rusia telah telah meragukan pendaratan di bulan untuk pertama kalinya, dan ia menuntut penyelidikan apa yang sebenarnya terjadi, setelah rekaman asli NASA menghilang secara misterius.

Vladimir Markin, juru bicara Komite Investigasi pemerintah Rusia mengatakan, ia ingin penyelidikan setelah video dari tahun 1969 dan sepotong batu bulan, yang dibawa kembali ke bumi menghilang.

Dalam sebuah opini di surat kabar Rusia Izvestia, Markin mengatakan bahwa penyelidikan tersebut sangat penting, untuk mengungkapkan wawasan baru ke dalam sejarah perjalanan ruang angkasa.

Menurut terjemahan di Moskow Times, Markin berpendapat bahwa mereka tidak terbang (ke bulan) dan hanya membuat film tentang hal itu.

Hal ini juga menjadi lengkap, setelah NASA mengakui enam tahun yang lalu bahwa rekaman tersebut tidak ada lagi, setelah tidak sengaja terhapus.

"Semua ini ilmiah--atau mungkin budaya--artefak adalah bagian dari warisan kemanusiaan, dan hilang tanpa jejak menjadi kerugian bagi kita bersama," ucap Markin.

Pada tahun 2009, NASA mengatakan bahwa gambar yang memiliki resolusi tinggi saat astronotnya melakukan moonwalk untuk pertama kali terhapus.

Ini berarti hanya ada gambar asli dari misi ini, yang berupa gambar buram Neil Armstrong  saat melakukan'lompatan raksasa bagi umat manusia.'

Markin mengeluarkan kritikan kepada AS, setelah mereka ingin melakukan penyelidikan atas korupsi pejabat dunia yang mengatur di sepak bola, FIFA.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment