Gila, Pria Ini Makan 2,5 Kg Cabai Setiap Hari

shares

Pria pemakan cabai.
Sebagian besar dari kita mungkin senang dengan masakan pedas. Apalagi di hampir setiap wilayah di Nusantara, ada makanan pedas yang sangat khas. Begitu juga dengan banyaknya sambal yang beragam jenisnya.

Makanan pedas terkadang menambah selera makan kita, maka tidak heran jika saat makan makanan pedas porsi makan kita selalu lebih besar. Selain itu, banyak sekali manfaatnya memakan makanan yang mengandung cabai ini.

Sebut saja dalam penelitian terbaru, makanan pedas mampu menambah panjang umur. Selain itu, makanan yang mengandung cabai juga sangat baik bagi kesehatan tubuh, terutama melancarkan aliran darah di pembuluh darah.

Namun kita juga perlu membatasi memakan makanan pedas setiap harinya, karena jika terlalu banyak, bisa menyebabkan masalah di saluran pencernaan seperti diare.

Tetapi, pria ini memiliki kebiasaan yang cukup ekstrem, yaitu memakan cabai setiap harinya sekitar 2,5 kilogram. Jangankan sebanyak itu, beberapa buah cabai saja mungkin bisa membuat kita sakit perut.

Seorang pria di Zhengzhou menjadi terkenal, karena kecanduannya memakan cabai. Ia menghabiskan setidaknya 2,5 kilogram cabai dalam satu hari.

Pria yang dikenal sebagai "Raja Cabai" ini, bernama Li, di mana di rumahnya tumbuh delapan varietas yang berbeda cabai dari seluruh dunia.

Baca juga: Makan Cabai Terpedas di Dunia, Bocah Ini Langsung Terkenal

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa, sejak ia masih muda ia hobi makan paprika tiga kali sehari. Dalam sehari ia bisa makan tanpa daging atau telur, tapi dia tidak pernah bisa makan tanpa cabai.

"Di pagi hari, orang lain selalu menyikat gigi mereka, tetapi hal pertama yang saya lakukan adalah makan cabai," ucap Li kepada Shanghaiist.

Bahkan setiap malam sambil santai, ia akan menikmati makanan ringan berupa cabai.

Pencernaan Li tidak berbeda dengan orang-orang lainnya. Bahkan ia tidak pernah sakit dan mengalami gangguan pencernaan. Bagaimana dengan Anda? Berani memakan cabai sebanyak itu?

Related Posts

0 comments:

Post a Comment