Pasangan Ini Tinggal 7 Bulan di Bandara, Apa Alasannya?

shares

Tidur di bandara Changi. Foto
Bandara merupakan salah satu pintu masuk ke sebuah negara. Di sana awal mula kebudayaan diperkenalkan. Maka tidak heran, jika banyak bandara di dunia ini yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap, bagus dan unik.

Ada bandara yang dilengkap tempat perbelanjaan, hingga menjadi tempat surfing dengan ombak buatannya. Dan salah satu bandara yang terkenal di dunia akan fasilitasnya adalah bandara Changi di Singapura.

Bandara Changi merupakan tempat transit yang disukai banyak wisatawan, karena fasilitasnya yang sangat lengkap sekaligus nyaman. Bahkan untuk pasangan yang satu ini, bandara Changi disebut sebagai rumah.

Selama tujuh bulan, Eileen Ho dan pacarnya, Daniel Soo, selalu berjalan di sekitar terminal dengan barang-barang mereka di koper.

Pada malam hari, mereka tidur dengan selimut tipis di lantai di salah satu sudut Terminal 3. Pasangan ini mengatakan kepada The New Paper yang dikutip dari Shanghaiist, mereka pindah ke bandara setelah Ho bertengkar dengan orang tuanya.

Mereka juga membawa adik Ho, Wilson, yang menderita epilepsi.

"Kami tidak punya tempat lain untuk pergi, itu sebabnya kita tetap seperti ini," kata Ho sambil menunjuk ke tempat tidur.

Lalu mengapa mereka memilih bandara?

Saat Mengerikan Penerjun Tersangkut Pesawat

Soo mengatakan jika di bandara fasilitasnya sangat lengkap, ada internet gratis, listrik gratis dan air gratis.

Soo mengatakan kadang-kadang mendapat panggilan kerjan paruh waktu di sebuah perusahaan katering, dan mendapatkan uang sekitar $500 atau Rp6 jutaan per bulan.

Ho mengatakan bahwa awalnya, mereka tinggal di apartemen temannya di Chinatown, tapi mereka kemudian disuruh untuk meninggalkan apartemen tersebut.

Namun bukan tanpa teguran tinggal di bandara, mereka pernah diberitahu oleh penjaga keamanan Changi, untuk pindah dan tidak ada lagi di bandara. Tetapi ketiganya masih belum bisa menemukan rumah yang cocok dan sesuai dengan keuangan.

Dan mereka berharap bantuan dari dinas sosial, terkait kesulitan mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi serta keahlian mereka.

Related Posts

0 comments:

Post a Comment