Cerita di Balik Wanita Berhijab Ini Pegang Babi

shares

Wanita berhijab pegang babi. Foto
Bagi umat islam, babi adalah binatang yang diharamkan. Jangankan untuk memakannya, untuk mendekatinya bahkan memegangnya saja bisa membuat najis, karena babi biasanya hidup di tempat yang kotor.

Tapi pernahkah Anda melihat foto yang menjadi viral sekitar tahun 2007, di mana ada seorang wanita berhijab memegang dan memeluk babi? Wanita tersebut mendapat banyak sekali hujatan dan cemoohan.

Tetapi lebih dari 8 tahun lamanya, wanita tersebut diam dan tidak melakukan klarifikasi atas fotonya tersebut. Tapi beberapa waktu lalu, muncul pengakuan yang sebenarnya dari wanita berhijab ini, seperti apa?

Terlalu Cantik, Pedagang Daging Ini Bikin Heboh Internet

Secara ringkasnya, wanita tersebut mengatakan jika foto-fotonya tersebut adalah koleksi peribadi, yang telah disebarluaskan oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Banyak yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan mengapa ia rela memegang hewan yang diharamkan ini. Padahal, saat itu ia tengah mengambil kuliah di  jurusan Kedokteran Hewan.

Sehingga mau tidak mau, ia harus berurusan dengan hewan-hewan, termasuk anjing, kucing, bahkan babi. Ia juga terpaksa diam selama lebih dari 8 tahun lamanya.

"Selama 8 tahun saya hanya berdiam diri dengan cemoohan, cacian, fitnah, bahkan yang mengatakan murtad, penghinaan kepada ibu dan ayah yang telah membesarkan saya dan ada yang memberikan ancaman dan sebagainya..," ucap wanita tersebut di akun Facebooknya yang kami kutip dari siakapkeli.my.

Lahir Abnormal, Anak Babi Ini Banjir Tawaran Uang

Ia juga menambahkan, jika mengambil jurusan tersebut, harus mau untuk berinteraksi dengan smeua hewan.

"Harap maklum, dokter hewan harus tahu semua jenis hewan dan untuk mengkaji penyakit-penyakit yang mungkin menjangkiti hewan dan manusia," tambahnya.

Dipenghujung postingannya, ia mengatakan:" Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua. Aamiin.."

Related Posts

111 comments:

  1. mantap nih, bisa lihat juga berita lainnya seperti resep masakan

    ReplyDelete
  2. kadang orang memang bisa nya cuma menghakimi, apalagi netizen indonesia....udah terkenal sih..klo orang masih berpendidikan rendah, tapi udh kenal internet ya begitu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan menghakimi tanpa dasar kepada orang Indonesia sebagai berpendidikan rendah. Peristiwa itu terjadi di negara tetangga, bukan di Indonesia dan orang yang dimaksud pun bukan orang Indonesia. Sila baca rujukan lengkap di tautan ini http://www.siakapkeli.my/2015/12/setelah-8-tahun-berdiam-diri-akhirnya.html

      Delete
    2. i wonder what nationality Ifex Jacobus is?

      Delete
    3. teeengsiiiin..... #makanyatelitilagibro

      Delete
    4. Klo sy, mending mikir dl klo mw posting posting, entah komentar, atau ft,

      Delete
    5. aduuuhhhh.....malunya......salah sangka nih yeeee..... saya sampai bingung mau nutup muka pake apa yaaa......?
      makanya kalau koment hati-hati....... semoga menjadi pelajaran.....

      Delete
    6. @abi menurut perkataan si wanita dia tidak menyebarkan, tetapi di sebarluaskan oleh pihak yg tidak bertanggung jawab

      Delete
    7. iya mas @ifexjacob, contohnya kayak sampean yg berpendidikan rendah, gak baca sumber tapi sok pinter asal jeplak... nah loh.. qiqi senjata makan tuan

      Delete
    8. Dasarnya orang yang suka mencela seperti yang dikatakan Ifex bukan orang yang berpendidikan rendah tapi yang beraklak rendah. Anda menyebut berpendidikan rendah itu mencela juga, karena mereka berpendidikan baik juga. Tahu internet. Tapi menyebut beraklak rendah, bukan mencela tapi menyatakan realita.
      Ini juga berlaku untuk komentator di atas, yang merasa bahwa boleh saja mencela orang karena dia berkebangsaan Malaysia, bahkan sampai nanyain nasionalitinya Ifex mana. Haban, kamu yang harus malu.

      Delete
    9. aduhaiiii....seperti menepuk air di dulang...sepakat dengan pak haji haban, semua ada hikmanya

      Delete
    10. saya hanya dapat mengatakan bagi orang yang melakukan perbuatan itu seperti orang bodoh dan angkuh

      Delete
    11. kata siapa org netizen indonesia berpendidikkan rendah... justru org yg menghakimi sebutan itu lah yg asal bicara dan asal baca yg pendidikkan nya harus diliat lagi keabsahannya. komentar itu biasa mungkin media kemarin belum menjelaskan kenpa wanita itu bisa pegang babi hanya share foto aja yah wajar lah pendapat orang berbeda2...

      Delete
  3. Bagi muslim babi najis dimakan (haram hukumnya) tapi tidak najis dipegang bila bersih sama dengan kita megang kucing, tidak ada keterangan dalam hadist sahih soal najisnya memegang atau bersentuhan dengan babi...yang jelas najisnya adalah hadist soal memegang anjing yg bulunya basah atau terkena liur anjing....

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagaimana hukumnya binatang buruan(rusa) yang dibunuh oleh anjing pemburu,apakah dihukumi haram dalam Islam...?

      Delete
    2. hanya jenis ikan dan belalang yang mati tanpa disembelih boleh dimakan bila belum dinyatakan busuk. sedangkan hewan yang sengaja diburu dan mati tidak disembelih, maka jatuh pada niatnya. yaitu memng untuk diburu walau menggunakan hewan buas termasuk anjing adalah halal untuk dimakan selama memnuhi kaidah yang ditetapkan dalam agama.
      فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

      "Makanlah hewan yang diburu oleh hewan pemburu untukny dan sebutlah nama Allah (ketika melepas hewan pemburu)". (QS. Al-Maidah : 4)

      Delete
    3. Hukum memegang babi sdh jelas hukumnya najis dan memakannya haram, kita harus bisa membedakan antara najis dan haram, tidak masalah memegang babi (tanpa mengurangi kenajisannya) u kepentingan ilmu pengetahuan asal jgn dimakan aja tu babi karena yg namanya najis bisa dibersihkan kaya kita kena pipis, pipis juga kan najis tinggal dicuci dengan air hilang dah tu najis namun klo pegang babi tuntunan syariatnya yaitu dibersihkan dengan air 7x salah satunya dengan tanah at debu hilang dah tu najis tapi klo ga perlu2 amat ngapain sih kita seorang muslim pegang babi????, dan mengenai keharaman babi klo kita memakannya tidak kaya najis bisa dicuci dengan air tapi harus dengan taubat nasuha karena itu dosa besar

      Delete
    4. @hafidzah kamil,kalau kamu dapat rusa hasil diburu oleh anjing lalu kamu makan,ya haram lah..dari cara membunuh rusanya saja tidak disembelih (diterkam anjing)sudah jelas tidak sesuai syariah.tapi kalau rusanya ga kamu makan ya ga jadi haram..

      Delete
    5. @Hendry,@hafidzah kamil saya yang pernah berburu dengan anjing, namun dengan niat BASMALAH, maka benar adanya @Kalis, rusa yang telah digigit oleh anjing itu halal adanya karena ada niat dan selama anjing itu hanya menggigit, penurut dan menjadi haram bila rusa tersebut sebagian tubuhnya telah DIMAKAN oleh anjing. Demikian yang saya ketahui.

      Delete
    6. @hafidzah kamil @hendry jawhari. hukum mkan rusa melalui binatang buruan yakni anjing hukumnya halal. daging tu boleh dimakan. cuma basuh dan samak saja. walaupun guna anjing ttp kita kena sembelih rusa tersebut. perkara ni dari zaman nabi lagi mengunakan anjing sbgai binatang buruan.

      Delete
  4. Sabar ya Mbak, Tuhan ngga diem kok, keep serving with heart

    ReplyDelete
  5. ya kalo dicuci sesuai persyaratan yg ditentukan , ya sah2 saja. apalagi memang ada tujuanya.

    ReplyDelete
  6. yg haram bukan apa yang masuk dalam dirimu, melainkan apa yang keluar dari padamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba masukan sebotol alkohol kedalam dirimu.., dan kita lihat perilaku apa yg keluar dari padamu.. maka ajaran yang sempurna adalah.. jagalah apa yg masuk dan keluar... peganglah larangan Taurat bila kau termasuk umat Allah yang sejati.

      Delete
    2. dan babi yg tadinya haram pun kini boleh di makan?

      Delete
    3. Yang pasti hukum dlm taurat dan injil telah disempurnakan Allah dengan Al quran.
      Allah menurunkan Nabi sesuai kebutuhan jamannya....logis khan?

      Delete
  7. Hanya nilai-nilai universal bisa melihat apapun di dunia ini tanpa friksi, tanpa batas sehingga manusia, binatang, tumbuhan dan semua seisi alam dan jagat raya adalah satu kesatuan yang memunculkan konsep kehidupan. Termasuk babi, Tuhan lebih murni dan jauh lebih pintar kenapa keanekaragaman itu penting sehingga babi pun harus diciptakan, karena pasti ada sisi positifnya buat alam.

    ReplyDelete
  8. dan kalo pakai sarung tangan emang ngaruh y untuk pemeriksaan, bukannya lebih aman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakai sarung tangan nggak ngaruh pada hasil penelitian mbak, tapi kalau anda terlibat dalam praktikumnya akan bisa anda rasakan,tanpa sarung tangan prosesnya akan lebih cepat dan akan menjiwai peran sbg praktikan.Untuk kedepan setelah lulus profesi dokter, mungkin anda bisa bayangkan bila diterapkan pada pasien,apakah ada bedanya disentuh dengan tangan langsung atau dengan tangan bersarung,krn jiwa seperti itu (tidak jijik an)biasanya terlatih sejak saat masih mhsiswa lho mbak :-)

      Delete
    2. SyahroZie@ betul sekali lebih aman pakai sarung tangan,meminimalisir kontaminasi kuman yang bisa masuk melalui pori2 kulit.
      A'an @ maaf sebelumnya, dalam dunia medis pakai sarung tangan itu hukumnya wajib meskipun hanya memegang,,,,emang ada dosen ngajarin g pake sarung tangan saat kontak fisikdengan pasien. coba waktu praktik harus melkukan insisi pada kulit babi, apa mungkin dia tidak pakai sarung tangan, meskipun dia tidak jijikan kalomenyentuh obyek yang akan diperiksa selalu pakai sarung tangan. Ini pengalamanku bekerja 3 tahun di RS. dan wajib pakai sarung tangan meskipun hanya visite.

      Delete
  9. sebagai profesi saya setuju, mungkin masih ada cara lain cara memegang,pakai alas atau sejenisnya sehingga tidak kontak langsung. yang perlu diingat kita itu manusia bisa, coba cermati dalam kehidupan sehari hari, sebagai manusia bila hal yang jelek2 dibuka sekali lewat itu gampang banget ditiru, sedang dalam hal kebaikan sudah dibuka lebar dan beulang ulang namun sedikit yang bisa mengikuti. semoga bermanfaat. bila ada salah mohon maaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca disini jika anda mau jelas
      https://elasgary.wordpress.com/2012/11/21/soal-jawab-tentang-berbagai-masalah-agama-oleh-a-hassan-dkk/

      Delete
  10. saking bebasnya media dan masyarakat saat ini sehingga banya masyarakat yang menjadikan media elektronik dan sosial sebagai jembatan untuk menghujat dan pada akhirnya menyebarkan fitnah tentang kehidupan orang lain yang mereka sendiri tidak tau kebenarannya sama sekali , menilai dari satu foto kemudian timbullah cerita yang sangat diragukan kebenarannya.semoga kita bisa lebih bijak.

    ReplyDelete
  11. wajar mjd pitnah dan hujat karena dipoto/dipamerkan/diriyakan, nanti dikira non muslim terlalu mudah hukum islam utk dilanggar dan muslim dikira munafik semua..., kalo gak pake poto2an akan menjadi urusan dia dan tuhan...

    ReplyDelete
  12. sabar yah mbak. semoga kesabaran dan ketabahan mbak bisa jadi berkah untuk diri sendiri. biarlah orang menilai dan mencemooh, Tuhan lebih tahu apa yang terjadi

    ReplyDelete
  13. Pada lebay aja sihhhh........
    aturannya jelas kok, yg ga boleh itu dimakan, bukan di pegang. dan kalau megang kita di ajarkankan untuk mensucikannya....
    jangan mempersulit persoalan. Islam itu simple, semua aturan sudah lengkap, jangan dibikin ribet

    ReplyDelete
  14. permisi ya, mo ngomong dikit nih. Menurut saya, telusuri dulu kebenarannya. apakah wanita (perem sedpuan) ini memang benar-benar seorang muslimah yang memprioritaskan kepentingan agama? atau memprioritaaskan pendidikan (karir) yang cenderung dekat dengan yang diharamkan menurut syariat agama? atau mungkin tak ada pilihan preofesi lain yang tak kalah mulia dari yang sedang dijalankannya? menurut saya, cerdaslah kita dalam menilai dan memposisikan sesorang. maaf ya kalau salah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini dokter hewan lho mbaaa bukan profesi prostitute yang harus dijauhiii. Kalau berfikiran sempit seperti anda ya muslim susah majunya jadi dokter aja ga boleh, padahal inti ilmunya ya pengetahuan tentang ciptaan tuhan

      Delete
  15. Wajar, orang islam banyak yang tidak tau tentang agamanya, islam hanya KTP,, haram daging nya jika dimakan bukan berarti gak boleh dipegang.. Sama halnya anjing, kalau menutut ilmu fiqih, jika kondisi kering bersentuhan dengan bulunya pun tidak apa apa,, tp herannya kita hanya menajiskan dan men jijikan babi/anjing. Tp kok alkohol g jijik,, padahal kan status hukumnya sama..

    ReplyDelete
  16. 8 tahun.
    untuk apa memberikan penjelasan setelah 8 tahun. kenapa tidak langsung memberikan penjelasan, klo mau diam, ya diam sekalian untuk apa harus menunggu 8 tahun. 8 tahun waktu yang lama, dan mungkin 8 tahun itu yang cemooh dah pada mati, terus kepada siapa mau kau jelaskan mengenai alasan mu itu.
    Sensasi oh sensai

    ReplyDelete
    Replies
    1. 8 tahun, sama seperti nami mengakui mengikuti arlong hanya terpaksa, dan setelah 8 tahun penduduk memberontak kekuasaan arlong

      halah opo iki

      Delete
    2. RIDO LUHUT BENAR , DIAM ITU TIDAK SELALU BENAR KADANG DIAM ITU BEGO , KLARIFIKASI DONG GUE INI DOKTER HEWAN ! ,JANGAN PEGANG BABI MEMAKAI SIMBOL ISLAM , PASTI SAUDARA MUSLIM TERSINGGUNG ,JANGAN ANDA MAU CARI SENSASI ORANG TUAMU IKUT DIFITNAH KAMU MALAH DIAM ,ALASAN SABAR , SABAR KOG 8 TAHUN ..?

      Delete
  17. Seharusnya dijelaskan sejak dulu dan jangan membungkam sehingga khalayak ramai telanjur berargumentasi menurut sudut pandangnya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lain kali kalo mau pegang babi atau anjing jangan pakai jilbab mbak, jadi marah tuh tetangga ane. Tul ga?

      Delete
  18. banyak Netizen katrok norak goblok pea koplak pada ga pake otak kalo coment,
    tetap Lanjutkan Profesi anda Mba !!!

    ReplyDelete
  19. kalau mau jujur manfaat babi bagi perkembangan ilmu kedokteran lumayan banyak, silahkan tanya ke mbah google

    ReplyDelete
  20. Payah photo kayak gini aja diributkan, tanpa sadar membuang waktu yg berharga dan berdebat kusir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya payah ya,lah situ ngapain repot2 komentar kalo gitu?wkwkwkwkwk

      Delete
  21. Walah.. Kenapa Tidak di jelaskan dari awal?? sudah bertahun2 baru di jelaskan dasar aneh..

    ReplyDelete
  22. Owhhh jadi begitu ceritanya ya min... :)

    ReplyDelete
  23. Menurut saya bila dilihat dari profesi yang akan dia tekuni nanti (yakni sebagai dokter hewan), memang sudah resiko yang harus diambil olehnya demi menggapai ilmu dan cita-cita dia. In Syaa' Allah hal yang dilakukannya adalah mendapatkan ridho oleh Allah dikemudian hari. Secara In Syaa' Allah apapun Ilmu yang dipelajari akan mendapatkan pahala selama hal tersebut bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Namun ada hal yang saya sesalkan disini, yaitu mengapa dia mengambil foto dirinya snediri yang sedang berpose dengan babi? Harusnya dia lebih peka karena babi diharamkan dalam islam. Mesipun hanya sekedar foto (apalagi kebetulan sekali fotonya sedang memgang babi) tapi sebaik-baiknya dia tidak memfoto dirinya dengan babi, sekalipun untuk arsip pribadinya. Bukan apa, tapi terkadang persepsi orang pasti berbeda-beda dalam menyikapi hal tersebut (bisa timbul respon positif ataupun fitnah). Dan menurut saya bukankah lebih baik bila kita menjaga diri kita dari hal-hal yang berbau fitnah dikemudian hari? Tapi saya pun tidak mengetahui dengan jelas alasan dia foto begitu, apakah keinginan sendiri ataukah di candid temannya. semoga kita semua dijauhkan dari ancaman fitnah. Amin YRA :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat setuju.. semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari hal ini, amin.

      Delete
  24. Tuhan menciptakan semua baik adanya, gk ada Tuhan bilang bahwa ciptaannya haram, kalo Tuhan bilang ciptanNYA haram, knapa Tuhan ciptakan, kalo dharamkan...berarti Tuhan gk konsisten dgn apa yg dj ciotakanNYA..
    Yg saya tau hanya manusianya yang mengatakan haram, bukandr Tuhan.
    Mana yg kalian pilib iku Tuhan sbgi penciota atw
    manusia yang buat dirinya sbg penciota. Pikir pake logika, gitu aja kok repot. Tx

    ReplyDelete
  25. Ya tapi gak harus foto selfy sama baby jg kali. Kalo aku sih jangankan megang, apalagi makan, liatnya aja jijik bgt!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia itu bukan selfy om,, dia ambil foto itu kan untuk dokumentasi praktek dia aja makanya dia simpan dan disebarkan oleh orang yg tak bertanggung jawab. Komen kok tak bermutu gitu...

      Delete
  26. Kalau dokter muslim memegang atau mengobati pasien non muslim atau sebaliknya apa hukumnya bro, ini pernah dicanangkan oleh partai tertentu di Indonesia

    ReplyDelete
  27. kok pada lebay, biar ajalah....emang gue pikirin

    ReplyDelete
  28. Allahhu'alam yah..., yang jelas menurut saya itu Alasan yang tidak logis. Semua orang pasti sudah tahu bahwa jika ingin menjadi Dokter hewan tidak ada lagi tawar menawar/pilih kasih seperti juga hal yah Dokter umum tidak mungkin Dokter tersebut harus membedakan Ras, Suku Dll. Jadi kesimpulannya jelas bahwa YBS sudah tahu betul Resiko serta dampaknya dan Intinya YBS rela menjual Imannya hanya untuk sebuah karir/tujuan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti ga boleh jadi dokter hewan atau peneliti hewan? Itu vaksin rabies, flu burung dll yang nemuin siapa? Itu pola budidaya ternak, antisipasi hama dll yang menemukan siapa? Kl untuk kebaikan bagi manusia ga masalah kan? Ini bukan prostitusi. Banyak jiwa2 yang terselamatkan dengan profesi ini dan keuntungan2 lainnya untuk umat manusia.

      Delete
  29. Good Statement...
    Lagian mau guk2, ato b2 sekali pun..semua ciptaan Tuhan

    ReplyDelete
  30. ya elah megang doang kagak di makan,, kena najis tinggal cuci / mandi bersih, dll. kok jadi ribet banget yah.

    ReplyDelete
  31. yang sabar aja mbak, tidak usah di pikirin. banyak yang lebih parah.....contoh ada cewe yang lagi memegang megang ular keket sebari di cium cium dan di jilat, sebari di fimkan. eh cewenya tambah ngetop tuh. foto mbak mah biasa biasa aja....

    ReplyDelete
  32. kadang orang memang bisa nya cuma menghakimi... baca juga kisahnya disini http://www.manarafurniture.com

    ReplyDelete
  33. Hal seperti itu sebaiknya harus dijaga walaupun sebagai dokter tetap berhati-hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dokter ya harus paham ya, dan mesti paham betul ya mesti pegang pegang.
      ini adalah profesi dokter, rasanya gimana kalau ada dokter kandungan laki laki priksanya pakai sumpit atau hanya nyuruh orang untuk meraba kandungan istri mu atau kamu sendiri,,, hasilnya bisa malpraktek.
      ...
      sekali lagi kita harus paham akan profesi dan kondisi.

      seperti halnya loo tau kotoran tai najis , trus apa loo ndak akan cebok setelah bab.

      Delete
  34. bukankah yang haram jika memakan bagian dari babi tersebut sedangkan untuk dipegang babi tidak najis seperti anjing ...? untuk anjing bagian tubuhnya jika di pegang najis dan dimakan haram .. tp lebih aman kedepannya lebih baik pakai sarung tangan saja mba :) saya dan mereka yg menghakimi belum tentu lebih tau, karena Allah yg Maha Tahu :)

    ReplyDelete
  35. Yang menghujat itu yg gak ngerti hukum haramnya babi... Quran jelas kok, babi haram dalam kaitan makan/konsumsi...daging maupun bagian tubuh lainnya, titik. Bahkan ayat lanjutannya jelas, Allah SWT maha pengampun jika pada kondisi tidak ada pilihan lain untuk bertahan hidup.

    ReplyDelete
  36. demi dunia pendidikan maka lakukanlah itu

    ReplyDelete
  37. Wah harus lebih memperdalam ilmu hukum islam...

    ReplyDelete
  38. Walah info menyesatkan ..kita sudah berpikir dosa...selama 8 tahun ternyata salah paham...kita sudah menangung dosa 8 tahun... capek dech

    ReplyDelete
  39. memegang yg najis(mugholadoh, mutawasitoh, muhoffafah) kan tidak haram, tangan yg terkena najis ya tinggal di bersihkan saja sesuai syariat islam, tangan kita saja tiap hari pasti memegang najis kan?
    itu bukan masalah kenapa dipermasalahkan.

    ReplyDelete
  40. Mengapa anda lama sekali meng klarifikasi atas foto tsb jika anda sebagai Dokter hewan ??salah anda lah

    ReplyDelete
  41. sudah jelas 2 binatang ini ANJING dan BABI memang diharamkan dalam islam....
    tidak ada pengecualian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haram kan kalau dimakan mas, najis kalo dipegang dan itupun mudah disucikan dr hadas babi. tinggal cuci pake air 7kali + 1 kali tanah selesai urusan. memegang dengan tujuan menyelamatkan babi/ anjing karena sakitnya adalah mulia. bukannya islam rahmatan lil alamin??

      Yang sulit dibersihkan hati kita... yang measa lebih mulia daipada BABI. Kesombongan tidak bisa dibersihkan walaupun dengan 7 samudra. Apalah beda kita ketika Ruh kita belum dijadikan Manusia dan sebelum babi dijadikan babi. Jangan sampai kesombongan (merasa lebih mulia) membawa kita pada dosa yang jauh lebih besar.

      Delete
    2. Menurut al-Baqarah 178, an-Nahl 115, al-Maidah 3, dan al An'am 145, bahwa makanan yang diharamkan tidak lain melainkan empat yaitu (1) bangkai, (2) darah, (3) babi, dan (4) sesuatu yang disembelih bukan karena Allah. Bahkan menurut al-An'am 119 bahwa: Allah telah menerangkan dengan satu per satu apa yang Ia haramkan atas kamu”, yang berarti tidak ada makanan yang haram melainkan empat yang tersebut itu. Secara ilmiah biologis, babi itu sama dengan manusia dalam artian genetis, sitologis, fisiologis, histologis dll, sehingga penyakit yang menyerang babi, hormon dalam badan babi, sifat perilaku dll juga sama dengan yang ada pada manusia. Kiranya itu sebabnya oleh hampir semua agama babi itu pada dasarnya diharamkan. Adapun hewan2 bertaring, bersiung, burung penyambar, keledai negeri dan lain2 yang datang dan muncul di sebagian riwayat2 yang menyatakan “Nabi SAW telah mengharamkan itu” dan jika dikatakan bahwa barang2 itu pun haram, berarti bahwa firman Allah yang berbunyi “tidak ada yang haram melainkan empat” itu dusta. Tidak bisa jadi, tidak mungkin Allah berdusta dan Tidak bisa jadi Rasulullah berani mengharamkan beberpa benda lain sesudah Allah berkata “tidak ada yang haram meainkan empat”. Dari itu semua terpaksa diteguhkan dan diutamakan riwayat2 yang menyatakan “Rasulullah SAW melarang” bukan Rasulullah mengharamkan, karena larang itu dapat member arti larangan makruh. Jika dipahami larangan Rasulullah itu sebagai larangan makruh, maka tidak terdapat pertentangan antara ayat2 dan hadits2, karena ayat2 tidak mengharamkan sedang hadits2 memakruhkan.
      Jika ada pertanyaan : Mengapa para sahabat meriwayatkan dengan memakai kata “Rasulullah mengharamkan”, Jawabnya adalah “Rasulullah hanya melarang dalam artian Makruh, tetapi sebagian sahabat memahaminya larangan itu larangan haram, kemudian ia meriwayatkannya menurut apa yang ia pahami, sedang sahabat2 yag tidak memahaminya sebagai larangan haram kemudian meriwayatkannya dengan memakai kalimat “naha” yang “larang” dapat juga sebagai berarti larangan makruh, yaitu “tidak disukai” atau “dibenci”, dan bukannya haram. Vide: Aibnu Hajar Al’Asqalani: Bulughul-Maram (terjamah A. Hassan) Penerbit Diponegoro, 2002. MHT

      Delete
  42. Adakalanya DIAM itu EMAS

    motorviar.net

    ReplyDelete
  43. Bagi musli Anjing & babi itu haram tampa kecuali walupun anda seorang dokter hewan, jika memang harus berinterkasi anda bisa menggunakan sarung tangan & yg paling penting lagi tak perlu mengapload foto seperti itu yg bisa menimbulkan fitnah & membawa orang lain ikut berdosa...

    ReplyDelete
  44. Jangankan babi di arab aja orang ganteng diusir wkwkwkk

    ReplyDelete
  45. mulia sih niatn dan pekerjaany cm bs kan pakai sarung tangan khusus

    ReplyDelete
  46. mungkin pd tahun trsebut blum di temukan sarung tangan..

    ReplyDelete
  47. pekerjaan dan niatnya sih baik tp kan dia bs pakai sarung tangan kuhusus biar tdk bersentuhan langsung dgn babiny..

    ReplyDelete
  48. seharus nya bisa menggunakan sarung tangan :)

    ReplyDelete
  49. hmmm.. kalau seandainya murtad betulan apa musti dihujat begitu ya ? sampai menghina kedua orang tuannya?
    menurut gw sih kalau seperti itu mending murtad aja, daripada segolongan dgn org yg menghujad.. amit2...

    ReplyDelete
  50. Saudara, Babi adalah mahluk ciptaan Allah SWT juga. Memang babi haram untuk Dimakan/ dikonsumsi MEMAKANNYA berdosa, memegangnya najis (kalau mau shalat harus dibersihkan dahulu dengan cara yang diwajibkan syariat islam).

    Akan tetapi harus kita ingat menghargai dan memuliakan mahluk ciptaan tuhan adalah kewajiban juga. Jangan sampai kita merasa lebih mulia daripada babi, Kesombongan sebagai manusia bisa mengantarkan pada dosa yang tak termaafkan. Membantu hewan seperti babipun adalah kewajiban apalagi memang ahlinya.

    Menyucikan bagian badan kita dr najis babi hanya dengan 7 air + 1 kali tanah. itu sudah cukup. Sedangkan membersihkan kesombongan karena merasa lebih mulia daripada babi tidak akan bersih walaupun hati ini dibersihkan dengan 7 samudra.
    mohon dibaca kisah mulia dari Syeh Abuyazid Al Bustami ini, sungguh kisah ini sangat menyentuh hati. dalam kisah ini adalah anjing hitam, yang memiliki kemiripan dr segi fikih. silahkan dibaca semoga bermanfaat:

    http://sufipasrah.blogspot.co.id/2013/05/ucapan-anjing-hitam-yang-menyayat-hati.html

    ReplyDelete
  51. Kelamaan Klarifikasinya, harus nunggu 8 tahun. Kalo memang seperti itu kenapa gak langsung diklarifikasi saja. Bener gak nih ceritanya? atau sengaja biar jadi trending topik? SAYA menunggu klarifikasinya kenapa baru diungkap setelah 8 tahun...

    ReplyDelete
  52. sebenarnya kita semua lagi diuji tentang keilmuan islam secara komfrehensive , dlm hukum islam semua barang yg HARAM hukum pasti HARAM tapi barang yg HARAM tidak serta merta menjadi najis , babi memang haram kulit daging darahnya untuk dimakan, tapi memegang, bersentuhan dengan barang haram tidak serta merta menjadi NAJIS.kalau Anjing selain haram dimakan tapi hanya tersentuh moncong mulutnya saja yg najis , dan untuk dipelihara sebagai pemburu dan hasil gigitan anjing di binatang buruan cukup dicuci dan biantang buruan itu halal dimakan

    ReplyDelete
  53. supaya tidak timbul fitnah sebaiknya tidak perlu membuat dokumentasi seperti itu... apalagi dengan gaya ceria tidak seperti sedang melakukan penelitian...

    ReplyDelete
  54. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yg sabar

    ReplyDelete
  55. Memang tidak mudah ya, kalau agama/keyakinan sdh menganggap haram atau najis sesuatu. Tapi kenapa ya hanya karena memegang seekor babi (yg dianggap najis dlm Islam), gadis ini dikritik/dihujat sana sini. Kalau dipikir lebih dalam, mana yg lebih jahat: memegang babi atau membenci/menyakiti/memfitnah orang lain?

    ReplyDelete
  56. Setiap orang punya hak dan kewajiban , tidak ada yang sempurna di dunia ini . Apa yang kita lakukan adlah hak diri kita, baik buruk yang kita lakukan adl tanggung jawab kita sendiri kepada Tuhan selama hal itu tidak menganggu dan merugikan orang lain. Orang lain hanyalah sebagai cermin atas apa yang kita lalui ..... apapun yang dilakukan cobalah kembalikan kepada diri kita sendiri andaikan kita berada di posisi orang yang kita tuju.... be Wise , Smart and Wide Thinking ...

    ReplyDelete
  57. Kita boleh berinteraksi dengan binatang apapun (apalagi kita sebagai dr hewan) asal tahu ilmunya, apabila dengan binatang yang berbahaya. yang tidak diperkenankan adalah memakan binatang yang memang telah jelas terdapat nash yang melarangnya. Kalau toh ada kenajisan pada binatang tersebut, terdapat aturan yang bisa menghilangkan 'najis' tersebut seperti dibersihkan dengan media air atau media lain yang memang telah disyaratkan.
    Jangan sampai karena 'haram dalam memakan daging binatang' kita boleh semena-mena dengan binatang tersebut sehingga bersikap berlebihan dengan menyiksanya. Bukankah Allah mencipta yang ada di dunia ini dengan tiada sia-sia?

    ReplyDelete
  58. Aduh jelas - jelas babi kalau dimakan baru haram.. sedangkan kalau dipegang ya tidak apa - apa, asal jangan kena air liur nya aja. karena dihukum islam bisa disebut najis. Note : "babi itu juga makhluk hidup ciptaan Allah SWT." Jangan suka menuduh orang dari luar nya aja kalau tidak tahu dalamnya..

    ReplyDelete
  59. senang bisa liat klarifikasinya... semoga bisa menjadi dokter hewan yang hebat.... Caraspot juga punya cerita unik soal ini

    ReplyDelete
  60. Sekarang praktek di mana ya mbak ??

    ReplyDelete
  61. untuk menghindari hujatan2... ya gak usah foto sama babi atau binatang haram lainnya. Beres to, gak ada hujatan kuliah tetap jalan...

    ReplyDelete
  62. kalau wanita ini seorang muslim pasti dia tidak akan mau membuat foto yg sifatx kontroversi yg ujung2mya hasilnya adalah fitnah dan cemoohoan untuk dirinya dan orang tuanya sendiri, kita hrs waspada menyikapi apa yg ada dan nampak dihadapan kita karena sekarang adalah jaman yg penuh intrik, kedok dan topeng yg semuanya akan brttujuan menghancurkan nilai nilai kebenaran dalam kehidupan Islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf ya mas, saya bukan maksud utk menggurui atau merasa lebih mengerti.
      Tapi menurut saya, seandainya pun si mbak ini atau org lain yg terbukti dan jelas jelas salah di depan kita, bukannya kita sebagai org yg beriman dan menjunjung tinggi nilai kebenaran (baik itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik atau pun yg lain) seharusnya juga nggak langsung memfitnah, caci maki, mencemooh, dll?
      Kalau emang kita merasa diri kita baik dan bener bener pengen lakuin yg baik, kenapa malah pake cara kasar? Bukannya dgn mengingatkan bisa jauh lebih baik mas?
      Terima kasih

      Delete
  63. Sesuatu yang kita benci blm tentu itu adalah yang buruk...
    dan sesuatu yang kita cintai" dan itu juga blm tentu adalah yang baik

    ReplyDelete
  64. Ini gadis melayu malaysia.di malaysia semua media menghujat habis habisan tanpa di beri ruang untuk si gadis memberikan penjelasan

    ReplyDelete
  65. senang bisa liat klarifikasinya..Sekarang praktek di mana ya mbak ?? halkalı elektrikçi

    ReplyDelete
  66. Kenapa baru konfirmasi? jawabannya adalah waktu itu dia belum kuliah kedokteran hewan.makanya diam aja, gak bs bela diri.dia tertekan, shg bertekad ambil kuliah itu untuk membersihkan namanya.secara psikologis dia punya DEFENCE yg bagus, butuh 8 tahun meng clearkan namanya, menghadapi bully2 itu dgn mental yg kuat.wajahnya lugu, ceria dan pastinya penyayang binatang tanpa pilih2. Ada POWER of positive thinking. Anda belum tentu bisa spt dia, cara menghadapi bully..

    ReplyDelete
  67. tuhan yg disembah o/ umat Muslim dan Nasrani/Yahudi adalah berbeda! sekali lagi berbed! jgn dipaksakan disamakan. umat Nasrani/Yahudi menyembah Allah Abraham-Allah Ishak-Allah Yakub yg telah turun ke dunia dalam tubuh Yesus Kristus; sedangkan umat Muslim menyembah Allah, SWT. sekali lagi jgn dipaksakan untuk disamakan. bagaimana mengujinya? nanti pada saat akhir zaman, tuhan siapa sebenarnya yg empunya langit dan bumi.

    ReplyDelete
  68. Sepatutnya orang-orang yang telah mencemoohnya tanpa melihat alasan dan sebab ia selfie harus meminta maaf.

    ReplyDelete