Miris, Tembok Ini Bedakan Warga Miskin dan Kaya

shares

Tembok pemisah di miskin dan kaya. Foto
Setiap orang mungkin pernah berpikir, untuk tidak pernah dilahirkan miskin, atau memiliki nasib yang kurang beruntung. Tetapi kenyataannya, miskin dan kaya adalah sebuah ujian yang diberikan tuhan agar kita selalu bersyukur.

Memang tidak mudah untuk hidup dalam kemiskinan, semuanya serba terbatas, bahkan untuk makan sekalipun. Hampir di setiap negara dan kota kita akan selalu menemukan si miskin, meskipun hidup di daerah metropolitan sekalipun.

Tetapi di sini, perbedaan kekayaan sangat terlihat antara si miskin dan si kaya. Karena mereka dipisahkan oleh tembok yang membentang luas. Di manakah itu?

Habiskan Rp4,2 Triliun, Bangunan Ini Jadi Kota Mati


Inilah foto-foto yang menunjukkan dinding pemisah di Peru setinggi tiga meter. Tembok ini dilengkap kawat berduri, agar mereka yang miskin tidak dapat mencuri dari orang kaya.

Daerah ini terletak di pinggiran ibukota Lima. Struktur tembok ini dijuluki 'Tembok Berlin Peru' yang terbuat dari beton dan membagi daerah San Juan de Miraflores dan Surco. Di mana penduduk terkaya di negara itu menikmati hidup, di pinggiran kota miskin Vista Hermosa.

Pada awalnya, penduduk di sini berbaur. Tetapi maraknya kasus pencurian membuat tembok ini dibuat..

Tembok yang membagi daerah miskin dan kaya.
Sebuah laporan media lokal mengatakan: "Rumah-rumah kayu di daerah miskin hanya diterangi oleh lilin dan atap yang rusak, yang sangat kontras dengan rumah miliaran rupiah dalam beberapa kilometer."

Tetapi hal ini membuat banyak sekali aksi demontrasi, di mana para pengunjuk kerap menulis slogan-slogan: "Negara saya adalah milikmu, negara saya adalah saya, negara saya adalah semua orang."

Dinding pembatas hingga ke puncak gunug.
Amerika Latin, bersama-sama dengan Karibia, memiliki perbedaan upah tertinggi di dunia, menurut Oxfam.

Dianggap Miskin, Konsumen Lempar Uang ke Wajah Pelayan

Dalam laporan 2014, ditemukan orang kaya hanya sebanyak satu persen dari total jumlah jiwa, namun menguasai 41 persen dari PDB, sementara sisanya 99 persen adalah warga misin, yang hanya menguasai 59 persen dari PDB.


Related Posts

20 comments:

  1. Kenapa jauh-jauh ke PERU, di Indonesia aja banyak kok. Coba aja diperumahan yang didalamnya ada Clutser khusus???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener apa yg dibilang pa Nor, Dijakarta misalnya..bnyk Cluster dengan dindind pemisah agar Org luar tdk bisa melintas se enak nya tapi mereka bisa melintas ke kampung sekitar se enaknya, krn memang di kampung tdk ada dinding agar Org Cluster tdk bisa melintas se enak nya

      Delete
  2. Ayo jalan2 ke BSD & Gading Serpong, Alam Sutera.... temukan pemandangan yg sama :(

    ReplyDelete
  3. Iya di Jabodetabek pun jg banyak... :) Dr perumahan cluster dan macem real estate atau jg apartemen, kondominium dan papaun namanya pasti byk yg mesti mengakses jalan sempit yg mana kiri-kanannya itu perumahan bedeng, dempet / sempit, byk pak oganya dan kl musim hujan jd banjir atau minimal kubangan... Tp mungkin di Peru ini sgt berbeda yah... bener2 dipisah, yg miskin gak bs lewatin penduduk kaya, begitu pun sebaliknya yah...

    ReplyDelete
  4. Orang miskin mesti tahu dirilah karena mereka jadi beban sosial bagi orang lain. Yang miskin jangan beranak kalau belum mampu merawat anak secara layak, karena hanya akan menambah angka kemiskinan. Kebanyakan miskin itu keturunan, orang tuanya miskin tdk mampu menyediakan pendidikan layak, ketika besar anaknya ya jadi gelandangan, begitu seterusnya dengan jumlah yg makin besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh ini orang komennya kejam amat

      Delete
    2. orang miskin gak punya pilihan tempat hiburan. Selain itu, orang miskin gak lebih banyak nganggur di rumah. Jadi untuk mengisi kekosongan waktu, mereka gunakan untuk bikin anak. Hal ini mereka anggap sebagai hiburan satu-satunya yg bisa mereka lakukan. Untuk beli alat kontrasepsi tidak mampu, resikonya lahirlah keturunan tiap tahunnya hahahaa

      Delete
    3. wkwkwkwk... saya kira hampir semua orang setuju dengan pendapat anda, cman jarang ada yang berani terus terang, perkataan jujur kadang gak enak didengar. memang ada betulnya, kalau kurang mampu anak cukup 1, jadi bisa dibiayain supaya sekolah dan mengubah nasib keturunannya

      Delete
    4. Mana ada orang yang mau miskin selamanya. .orang kayanya aja yang ga bisa ngasih lowongan kerja. .dunia harus seimbang. Makanya allah ciptain kalian semua termasuk w.kalo ga ada orang miskin.yang buat rumah lo siapa.?

      Delete
    5. This comment has been removed by the author.

      Delete
  5. iyah..... kadang saya juga sempat adu argumen pembuatan portal pager dobel dan lain sebagainya, kadang kasihan sama2 merantau sama2 mencari rezeki kita ga bisa lewat...padahal dengan sering dilewati para pedagang anak2 maen. semua akan aman dan nyaman

    ReplyDelete
  6. yah..namanya maling..... bukan hanya di pemukiman kaya, di kampung kumuh ajah maling saling mencuri kok...

    ReplyDelete
  7. Justru orang kaya kaya itu pencuri kelas kakap lewat korupsi, pungli, upeti, dll. Orang miskin yg dicuri paling hanya cukup untuk makan beberapa hari aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo si miskin jd kaya emg jaminan gbkal jd koruptor dsb? G usa bedain maling berdasi ma maling ayam toh sama2 maling cm beda skill dikarenakan kondisi...

      Delete
  8. Jika anda terlahir miskin itu bukan salah anda, tapi jika hidup anda & anda mati dlm keadaan miskin itu baru salah anda

    ReplyDelete
  9. Kaya itu relatif bro..alloh itu maha kaya dan tidak membutuh kan segala sesuatu.kita beribadah ato tidak.alloh tdk mengharapkan nya.kitaberamal ato tidak alloh perduli karna semua kembali pd kita diri kita sendiri.inti nya sekalipun ia punya uang miliaran tp ttap mrsa kurang mk ia msh miskin nm nya.bgtu jg yg katanya miskin cm punya 5000 tp ia mrsa cukup itulah org kaya sebenar nya

    ReplyDelete