Menjijikkan, Belut Ini Kembali Hidup Saat Dibakar

shares

Belut dibakar hidup-hidup.
Makanan ekstrem dan aneh kerap bisa kita temukan di berbagai daerah. Mungkin bagi mereka yang tinggal di tempat tersebut, makanan tersebut adalah hall yang lumrah dikonsumsi sehari-hari.

Tetapi bagi mereka yang tidak pernah melihatnya, bisa jadi itu adalah makanan yang paling menjijikkan. Jepang, Korea, dan China biasanya terkenal dengan mengonsumsi makanan yang terbilang menjijikan, aneh, bahkan mentah dan masih hidup.

Salah satunya makanan yang satu ini, yaitu belut disajikan masih menggeliat saat akan dibakar. Makanan yang kerap disajikan dan disantap warga Korea ini bisa membuat muntah, bagi yang belum terbiasa. Seperti apa videonya?

Belah Perut Anaconda, Para Pria Ini Temukan 'Kejutan'

Rekaman yang cukup menjijikkan ini meperlihatkan, ikan belut yang masih menggeliat saat dibakar di atas arang, dalam persiapan untuk menjadi makanan lezat.

Bahkan, masih jelas jika belut tersebut masih berlumuran darah dan belum mati. Mungkin Anda bisa menyebutnya sadis, karena saat belut tersebut terlihat hendak 'melarikan diri,' sang mencoba koki menjepitnya dan menempatkannya kembali di tempatnya.

Video ini kemudian dengan menjadi viral, dan banyak yang mengatakan jika itu sangat mengerikan.

"Setidaknya kasihanilah kematian yang cepat, bukan membuatnya menderita," tulis salah satu komantar.

"Aku tidak akan pernah mengerti, bagaimana orang tidak mengakui bahwa semua hewan telah menderita. Ini mengerikan dan sakit jiwa. Orang jijik," tulis lainnya.

Namun komentator lain yang telah mengamati berkomentar, jika belut itu sebenarnya sudah mati. Namun saraf yang terkena panas merangsang otot-otot bereaksi sehingga tampak seperti hidup kembali.

Sadis, Dimasak hidup-hidup Diiris dan Disajikan di Piring

"Belut tanpa kepala tidak hidup," tulis seseorang.'

Namun hal itu kembali kepada kita apakah tega menyantapnya atau justru kasihan. Berikut videonya:

Loading...

Related Posts

1 comments

  1. nyeremin gan ...

    http://candaharloba.blogspot.co.id/2016/04/biografi-ir-r-djoeanda-kartawidjaja.html

    ReplyDelete