Bikini Atoll, Tempat Paling Berbahaya di Dunia

Bikini Atoll tempat uji nuklir. Foto
Banyak daerah yang berbahaya di di dunia ini, namun kebanyak tempat masih bisa dihuni oleh mahluk hidup. Mulai dari daerah paling panas di dunia, hingga paling dingin masih bisa ditemukan kehidupan.

Tetapi, ada tempat yang tidak bisa dihuni oleh mahluk hidup, yaitu Bikini Atoll. Tempat ini menjadi satu-satunya tempat di bumi yang paling berbahaya untuk dihuni. Apalagi tempat tersebut kerap dijadikan tes nuklir.

Antara tahun 1946 dan 1958 saja, Amerika Serikat telah melakukan 67 tes ledakan nuklir di Kepulauan Marshall di Samudera Pasifik, tepatnya di Bikini Atoll. Lantas adakah kehidupan di sana?



Para peneliti dari Columbia University telah menguji daerah ini, untuk tingkat radiasi berbahaya agar bisa menentukan bahwa pulau-pulau ini layak huni huni atau tidak.

Adalah sebuah pulau yang dinamakan Bikini Atoll, menjadi situs di mana dua puluh tiga tes selama periode dua belas tahun, termasuk ledakan dahsyat dari bom hidrogen pada 1 Maret 1954 dilakukan.

Pada saat tes, penduduk pulau-pulau ini dipindahkan ke lokasi lain yang lebih aman. Kini, hampir 60 tahun para pengungsi dan keturunannya menginginkan rumah mereka kembali.

Dalam penelitian terbaru, para ahli terbang ke Kepulauan Marshall dan dilakukan survei emisi sinar gamma pada tiga atol yang paling parah terkena dampak, di antaranya Enewetak, Rongelap, dan Bikini.

Mereka membandingkan temuan dengan bacaan dari Majuro Atoll, sebuah pulau yang cukup jauh dan digunakan sebagai kontrol. Di lokasi yang diteliti menunjukkan, masih terdapat radiasi sebesar 13 millirems per tahun (mrem/y), dan masih sangat tinggi.

Para peneliti mengatakan bahwa, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan kelayakhunian dari Bikini Atoll seperti sedia kala, agar kehidupan bisa berlangsung secara normal.

Loading...

0 Response to "Bikini Atoll, Tempat Paling Berbahaya di Dunia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel