6 Alasan Wanita Lebih Sering Terkena Sakit Kepala

shares

Wanita sakit kepala. Foto
Berdenyut di kepala, pusing dan penglihatan kabur, apa pun gejala yang Anda alami, satu hal yang pasti: sakit kepala yang tidak menyenangkan. Dan biasanya wanita mengalami sakit kepala lebih dari pada pria.

Sebuah laporan yang dirilis menemukan bahwa, wanita Inggris dua kali lebih mungkin untuk menderita sakit kepala daripada pria. Jika sudah demikian, maka obat bisa menjadi solusi terakhir untuk menghilangkannya.

Namun tahukah Anda, apa penyebab wanita lebih sering mengalami sakit kepala? Dikutip dari Daily Mail, lima hal di bawah yang bisa membuat wanita paling sering mengalami sakit kepala.

1. Kurangnya Hubungan Intim

Sebuah studi yang melibatkan 1.000 orang wanita di Universitas Munster, Jerman menemukan bahwa hubungan intim dapat menghentikan sakit kepala. Lebih dari separuh penderita migrain, selalu berhubungan dengan aktivitas seksual. Dan satu dari lima wanita, merasakan rasa sakit di kepala hilang sama sekali.

Hal ini dianggap karena aktivitas ini akan memicu pelepasan endorfin, yang bekerja sebagai obat alami penghilang rasa sakit, asalkan mereka bisa mendapatkan mood saat melakukannya.

2. Baby Blues

Kehamilan adalah kabar yang menggembirakan. Namun, sekitar 16 persen wanita kerap menderita migrain saat mereka mengandung.

"Selama kehamilan, tingkat hormon estrogen mengalami. Ini berdampak pada batang otak kehilangan fungsi yang mampu menyaring informasi sensorik seperti cahaya dan suara, sehingga memicu migrain," kata Dr Allder dikutip dari Mail Online.

Demikian juga usai melahirkan, kurang tidur dan baby blues bahkan dapat memicu lebih sering sakit kepala.

3. Karier

Stres dapat menyebabkan sakit kepala, yang memengaruhi setengah dari orang dewasa, dan wanita akan lebih sering mengalaminya dibandingkan dengan pria. Apalagi jika aktivitas pekerjaan Anda banyak dilakukan di depan monitor.

"Ini disebabkan oleh sikap membungkuk di atas keyboard Anda dan fokus pada layar--yang keduanya membangun tekanan pada otot kepala," kata Dr Tatiana Lapa, dalam sebuah laporannya.

Mengandalkan secangkir kopi untuk membuat Anda tetap fokus, bisa membuat keadaan lebih buruk, karena kafein mengandung 'vasokonstriksi'--yang berarti membuat pembuluh darah di otak bekerja terlalu keras.

4. Olahraga Teralu Sering

Untuk beberapa wanita, olahraga berleebihan dapat menguras tenaga, yang membuat kegiatan kardiovaskular terlalu berat. Sakit kepala terjadi ketika ada peningkatan denyut jantung dan tekanan darah yang disebabkan oleh aktivitas otot, yang menyebabkan pembuluh darah di otak membesar.

Jika Anda mengalami jenis sakit kepala ini, maka Anda harus berhenti berolahraga dengan segera dan berkonsultasi dengan dokter.'

5. Menopause

Sebuah penelitian menunjukkan, wanita akan menderita hingga 60 persen lebih banyak migrain pada tahun-tahun sebelum dan selama menopause. Perubahan hormonam sering menjadi penyebab, mengapa wanita yang menopause sering mengalami sakit kepala.

"Hormon estrogen dan progesteron, memiliki efek luas pada tubuh Anda. Itulah mengapa wanita tiga kali lebih rentan terhadap sakit kepala daripada pria saat pubertas dan menopause," kata Dr Lapa.

6. Penuaan dini

Anda mengalami menopause, anak-anak telah meninggalkan rumah dan Anda pensiun. Anda akan berpikir bahwa, mungkin ini penyebab dari sakit kepala. Tapi, untuk beberapa wanita yang mengalami penuaan dini, bisa membuat mereka lebih buruk lagi.

""Sebagian otak semakin besar, pembuluh darah menjadi kurang responsif dan Anda mulai terkena berbagai jenis sakit kepala," kata Dr Allder.

Ini termasuk sakit kepala hypnic--dikenal sebagai sakit kepala pada jam 01:00-03:00 di pagi hari. Sakit kepala ini memengaruhi wanita di atas 50 tahun, dan menyebabkan nyeri pada satu atau kedua sisi kepala yang biasanya berlangsung satu jam.

Lebih mengkhawatirkan adalah arthritis temporal, yang juga memengaruhi wanita di atas 50 dan penyebabnya tidak diketahui. Pembuluh darah menjadi meradang, menyebabkan sakit kepala.

Sebuah penelitian di Swedia pada tahun 2002 menemukan bahwa, wanita berusia antara 60 dan 74 tahun lebih mungkin untuk terus memiliki migrain, jika mereka menderita depresi.

Related Posts

2 comments:

  1. saya suka poin satu, memang benar itu kalau jarang di jalani bisa sakit kepala.:)

    ReplyDelete
  2. Berarti berhubungan intim dengan pasangan yang syah merupakan suatu keharusan ternyata. Pantas disuruh cepat-cepat nikah kalau sudah maampu.

    ReplyDelete