Kisah Kelam di Balik Pembuatan Rambut Extension

shares

Wanita rela dibotaki. Foto
Memiliki rambut panjang bagi sebagian wanita memang tidak mudah. Apalagi rambut membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun, agar bisa lebih panjang. Ditambah dengan perawatan yang harus ekstra, agar rambut panjang tidak mudah rusak.

Nah, ada cara instan untuk wanita saat ini agar bisa memiliki rambut panjang dan indah, yaitu dengan memberikan rambut tambahan atau biasa di sebut extension. Dan hanya dalam hitungan jam, rambut Anda jadi indah dan panjang.

Namun biasanya, kocek yang harus dikeluarkan pun tidak murah. Bahkan satu helai rambut bisa memiliki harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Namun tahukah Anda, jika di balik pembuatan rambut tambahan ini ada kisah kelam?

Tidak Bisa Makan, Dokter Temukan Benda Sebesar Melon di Lambung

Di beberapa negara Eropa, rambut extension ini bisa memiliki harga hingga £ 1.000 atau Rp20 juta. Rambut ini memang nyata terbuat dari rambut manusia, sehingga membuatnya tampak asli.

Dan salah satu pengekspor rambut extension ini adalah India, tepatnya di dekat kuil Yadagirigutta di India selatan, para perempuan miskin menunggu dengan sabar dalam antrean untuk kepala mereka dicukur habis.

Dan tidak sembarangan rambut yang harus dipotong habis hingga ke kulit kepala, hanya 'rambut perawan' yang memiliki harga yang akan dipotong. Prosesnya pun hanya berlangsung lima menit saja, untuk memotong habis.

Imbalannya pun ternyata tidak semahal yang harus dibayar para wanita yang datang ke salon. Mereka akan dibayar seadanya untuk rambut panjang yang dimilikinya.

Salah satunya wanita bernama Lavanya Kakala, 28 tahun, yang baru saja memiliki rambut sepanjang pinggang harus rela menjualnya. Dia akan menerima berapa pun imbalannya, meskipun itu tidak setimpal.

"Saya melakukan ini karena saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan saya. Saya tidak terganggu apa yang terjadi pada rambut saya setelah itu. Jika wanita dengan rambut buruk ingin menggunakan rambut lama saya agar terlihat lebih baik, itu jauh lebih baik daripada harus saya buang di tempat sampah," ucap Kakala kami kutip dari Mail Online.

Tradisi di sini untuk wanita adalah harus menyumbangkan rambut mereka kepada kuil Hindu, dan mereka mengetahui hal itu. Namun pihak kuil biasanya akan mengumpulkan dana, untuk kepentingan tertenu.

Dalam sehari, biasanya akana da 50.000 wanita berdiri dalam antrian hingga dua mil panjangnya, untuk berpartisipasi dalam upacara 'tonsuring'. Hal ini dianggap sebagai ibadah, di mana kepala mereka akan dicukur dan kemudian dilapisi pasta cendana sebagai antiseptik.

Rambut Lavanya sendiri memiliki kualitas tertinggi. Dan wanita India, terutama di selatan, menghindari shampoo kimia, dan kerap menyisir rambut mereka dengan sering dan menggunakan minyak kelapa untuk tetap halus.

Namun diperkirakan, satu kuil di Tirumala bisa menghasilkan uang sebesar £22 juta atau Rp351 miliar dalam satu tahun. Dana ini disebutkan untuk membayar sekolah baru dan rumah sakit, meskipun uang itu sulit untuk dilacak.

Kerap Bully Teman, Gadis Ini Dibotaki Ibunya

Sungguh miris nasib wanita-wanita ini, di mana mereka harus memberikan rambut gratis yang kemudian bisa menghasilkan miliaran rupiah untuk pihak-pihak tertentu.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment