Punya Tekanan Darah Tinggi? Perhatikan 7 Makanan dan Minuman Ini

shares

Tekanan darah tinggi. Foto
Darah tinggi dikenal sebagai 'silent killer' atau pembunuh diam-diam karena itu tidak memiliki gejala yang pasti. Tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal jantung dan penyakit ginjal.

Apalagi ditambah gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan siap saji dan tidak pernah melakukan aktivitas fisik. Tapi darah tinggi dapat dicegah dengan mudah, oleh perubahan pola makan yang sederhana.

Tiga ahli gizi dari University of Newcastle, Australia  mengungkapkan makanan yang Anda harus makan dan yang harus Anda hindari agar terhindar dari darah tinggi. Lantas makanan apa saja itu? Berikut ulasannya.

Obati Diabetes dengan Pisang, Apel dan Kiwi
Dikutip dari Daily Mail, tujuh makanan ini harus Anda konsumsi dan hindari jika memiliki gejala atau penyakit darah tinggi, di antaranya:

1. Hindari Gandum atau Oat

Sebuah tinjauan dengan lima percobaan penelitian termasuk menguji dampak gandum pada tekanan darah sistolik (tekanan di mana jantung memompa darah) dan tekanan darah diastolik (saat jantung santai) pada 400 orang dewasa yang sehat.

Para peneliti menemukan bahwa, tekanan darah sistolik adalah 2,7 mmHg lebih rendah dan tekanan darah diastolik 1,5 mmHg lebih rendah bila responden makan sekitar 60 gram oat.

Gandum atau oat mengandung sekitar 4 gram jenis serat yang disebut beta-glukan. Untuk setiap tambahan satu gram total serat harian, ada pengurangan 0,11 mmHg tambahan tekanan darah diastolik.

Anda masih aman untuk mengonsumsi oat, asalkan jumlahnya kurang dari 30 gram untuk pria dan 25 gram untuk wanita setiap harinya. Namun alangkah baiknya untuk mengindari makanan ini, jika Anda sudah terserang darah tinggi.

2. Konsumsi Bit

Bit sangat kaya akan senyawa yang disebut nitrat anorganik. Selama proses pencernaan, nitrat akan dikonversi menjadi oksida nitrat, yang menyebabkan arteri membesar.

Sebuah tinjauan dari 16 percobaan terhadap pria muda sehat, yang meminum jus bit ditemukan penurunan 4,4 mmHg tekanan darah sistolik. Tapi tidak dengan tekanan diastolik.

Namun uji coba baru-baru ini kepada 68 orang dewasa yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, jus bit akan mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik.

Orang-orang yang minum 250 mililiter (satu cangkir) jus bit setiap hari selama empat minggu, akan mendapatkan hasil signifikan. Tekanan darah pada orang-orang yang minum jus bit berkurang, tekanan darah sistolik 7,7 mmHg lebih rendah dan tekanan darah diastolik 5,2 mmHg lebih rendah.

3. Konsumsi Vitamin C

Vitamin C, atau asam askorbat, ditemukan dalam sayuran segar dan buah. Porsi rata-rata yang harus dikonsumsi sekitar 10-40 miligram vitamin C.

Dalam 29 percobaan jangka pendek pemberian suplemen vitamin C sebanyak 500 miligram, kepada orang setiap hari selama sekitar delapan minggu. Tekanan darah akan mengalami penurunan, di mana tekanan darah sistolik sebesar 3,84 mmHg dan 1,48 mmHg untuk tekanan darah diastolik.

Namun, mereka yang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah banyak berisiko terkena batu ginjal. Jadi harus berhati-hati saat mengambil suplemen vitamin C. Kelebihan vitamin C diekskresikan melalui ginjal, dan dapat berkontribusi pada pembentukan batu ginjal.

4. Hindari Garam

Garam atau natrium klorida telah digunakan untuk mengawetkan makanan, dan sebagai penambah rasa selama berabad-abad. Mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi, akan mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Orang dewasa hanya membutuhkan antara 1,2 sampai 2.4 gram garam setiap hari, setara dengan 460 hingga 920 miligram natrium.

Namun jika Anda mengalami tekanan darah tinggi, hindari makanan yang memiliki kadar natrium. Jangan tambahkan garam dan coba pilih makanan rendah garam.

5. Hindari Alkohol

Mengkonsumsi satu atau lebih minuman beralkohol sehari, dikaitkan dengan tekanan darah sistolik yaitu sekitar 2,7 mmHg dan tekanan darah diastolik 1,4 mmHg lebih tinggi dari mereka yang tidak pernah meminumnya.

Menariknya, ketika Anda pertama kali minum minuman beralkohol, tekanan darah turun, namun setelahnya akan mengalami peningkatan.

6. Hindari Liquorice

Tekanan darah tinggi karena makan Liquorice jarang terjadi, namun pernah ada kasus yang terjadi. Kebanyakan permen liquorice yang dijual saat ini, mengandung sedikit Liquorice.
Jadi jika Anda mengonsumsi permen yang mengandung Liquorice, berhati-hatilah. Alkanglah baik untuk menghidarinya.

7. Kafein

Kafein yang paling sering dikonsumsi dalam bentuk kopi, teh, cola dan minuman energi. Asupan tinggi kafein akan meningkatkan tekanan darah dalam jangka pendek.

Dalam lima kali uji coba, orang yang diberikan satu sampai dua cangkir kopi akan mengalami peningkatan tekanan darah sistolik sekitar 8,1 mmHg dan 5,7 mmHg untuk tekanan darah diastolik, hingga tiga jam setelah meminumnya.

Jus Ajaib Ini Jauhkan Anda dari Kematian Mendadak

Tapi tiga studi yang berlangsung, ditemukan minum kopi tidak meningkatkan tekanan darah. Namun ada baiknya bagi Anda yang mengalami tekanan darah tinggi untuk menghindari kafein.

Related Posts

1 comments