Akhir Kisah Harimau Pemangsa Enam Orang Manusia

shares

Harimau pemangsa manusia. Foto
Harimau adalah jenis kucing paling besar di dunia. Mereka hidup menyendiri dan tersebar mulai dari daerah sub-tropis hingga ke daerah tropis. Namun jumlahnya di alam liar kian berkurang, akibat perburuan liar.

Ditambah dengan lahan mereka berburu kian berkurang, akibat alih fungsi lahan oleh manusia. Maka tidak heran, jika di beberapa wilayah ada konflik antara manusia dan hewan buas ini.

Bahkan, satu harimau akhir-akhir ini telah diburu karena telah membunuh sekitar enam orang di India hingga akhirnya mereka melakukan pencarian dan perburuan atas harimau ini. Lantas bagaimana nasib harimau tersebut?

Dikutip dari mirror.co.uk, pemangsa yang diduga melarikan diri dari India Pilibhit Tiger sekitar empat bulan yang lalu, dan telah berkeliaran desa-desa terdekat untuk mencari makanan, akhirnya berakhir kisahnya.

Kucing besar ini menerkam penjaga malam yang tidak curiga pada kehadiran hewan buas ini, hingga penduduk setempat membentuk tim pencari harimau ini.

Bersenjatakan tongkat dan kapak, penduduk setempat juga menggunakan traktor untuk meratakan tanaman tebu dan polisi hutan menunggang gajah, dalam upaya pencarian harimau.

Regu pencari lantas menemukan hewan berbahaya ini, dan mereka menembakkan puluhan anak panah dengan penenang di dalamnya.

Kucing besar ini kemudian tak sadarkan diri, namun menurut sumber lokal, warga sempat bentrok dengan aparat ketika akan memasukkan binatang itu ke dalam kandang, yang akan diambil oleh Kebun Binatang Lucknow.
Harimau pemangsa manusia di kandangkan.
Mereka tampaknya ingin membunuh harimau yang telah menewaskan sekitar enam penduduk lokal.

"Harimau ini cukup agresif dan harus dimasukkan ke dalam kandang agar tidak melukai siapa pun," ucap Vet Dr Brijendra Yadav dikutip dari mirror.co.uk.

Serangan pertama harimau ini dimulai sekitar satu bulan lalu, dan sebagian besar korban diserang pada malam hari saat tidur, serta bayi di ranjang bayi di luar rumah mereka.


Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment