Sewa 'Peti Mati' Paling Mahal di Dunia

shares

Tempat tinggal mirip kandang burung. Foto: dailymail.co.uk
Tidak bisa dipungkiri jika tepat tinggal menjadi salah satu kebutuhan pokok. Kita bisa membeli rumah, menyewa apartemen, atau mengontrak di rumah petak. Ya, itu semua kita lakukan agar bisa terhindar cuaca dan juga tempat beristirahat.

Namun untuk membeli rumah atau apartemen, tentu membutuhkan uang yang sangat besar terutama di kota-kota besar. Jika tidak, alternatif menyewa adalah hal yang bisa kita lakukan, terutama bagi pekerja dari luar kota.

Tapi tahukah Anda, di mana lokasi sewa paling mahal di dunia? Jika Anda mengeluarkan uang Rp500 ribu untuk sewa satu bulan rumah petak, maka Anda berutung. Berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah ini.

Sewa satu lokasi untuk berbagai kebutuhan.
Semakin modern sebuah kota, semakin mahal juga biaya untuk hdup di sana, termasuk mencari tempat tinggal. Bahkan, untuk tidur di sebuah tempat layaknya peti mati, harus mengeluarkan sewa yang tidak murah.

Inilah kota Hong Kong, di mana biaya untuk menyewa properti kini naik lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2012. Bahkan banyak orang terpaksa tinggal di ruang yang menakutkan, yang mereka disebut sebagai 'peti mati.' Di mana ruangan tersebut kecil, sempit dan mahal.

Bagaimana tidak, mereka yang tinggal di sana harus mengeluarkan uang lebih dari Rp1,5 juta setiap bulannya agar bisa tidur.

Bahkan untuk tempat tinggal yang lebih besar, dengan luas 5,5 meter saja, sewa yang harus dikeluaran sekitar £400 atau lebih dari Rp5 juta per bulan.

Dapur sekaligus toilet dan tempat makan.
Tidak sedikit rumah yang mereka tinggali juga sangat tidak layak, di mana dapur berada satu ruangan dengan toilet, bahkan sekaligus tempat makan.

Jadi, jika Anda masih mengeluh dengan tempat tinggal saat ini maka harus berpikir, apakah rumah Anda lebih buruk dari mereka yang tinggal di Hong Kong?

Related Posts

0 comments:

Post a Comment