Australia Tanam Kurma dan Menjualnya ke Negara-negara Arab

shares

Kebun kurma di Australia. Foto: mynewshub.cc
Jika kita mendengar kata kurma maka akan terbayang negara-negara penghasilnya, yaitu Timur Tengah. Pohon yang satu ini, memang terkenal ditanam di negara-negara yang memiliki iklim panas dengan curah hujan sedikit.

Beberapa jenis kurma juga memiliki harga yang sangat mahal, seperti kurma yang biasa disantap Nabi Muhammad SAW. Namun kini, negara-negara di semenanjung Arab mulai mengimpor buah kurma yang telah menjadi makanan khasnya.

Adalah Canberra, Australia yang kini akan memasok buah kurma untuk mmemenuhi pangsa pasar di sana. Sebuah ladang di Alice Springs, Wilayah Utara kira-kira 2,557 kilometer dari ibu kota Australia, akan menciptakan sejarah baru produksi kurma.

Menurut kantor berita ABC, ladang kurma di sini hanya menjual produk kurma yang masih dalam bentuk tangkai, ke kawasan yang mayoritas penduduknya Muslim.

Sebagai awal, sekitar 200 kotak kurma jenis barhi khalal yang biasanya berwarna kuning, telah dikirim ke Qatar dan Lebanon awal tahun ini, dan akan terus meningkat menjelang bulan Ramadan beberapa bulan ke depan.

Ben Wall, juru bicara perusahaan kurma Tamara Date Farm Cooperative mengatakan jika jenis kurma ini biasanya dimakan dalam keadaan masih mentah.

"Kurma memiliki sekitar lima tahap kematangan, kebanyakan orang makan dalam tahap rutab dan tamar, yang warnanya coklat. Tapi jenis kurma barhi adalah yang boleh dimakan ketika tahap kematangannya khalal,” kata Ben.

Perusahaan ini menyatakan, jika menjual ratusan kotak kurma ke negara asalnya bukanlah hal yang mudah, ibarat menjual es ke orang eskimo di kutub utara.

Namun, saat permintaan kurma sedang tinggi di Timur Tengah membuat penawaran buah kurma menjadi lebih mudah.

Pohon kurma sendiri pertama kali ditanam untuk dijadikan makanan dilakukan di Asia Barat, sekitar 5,500 tahun Sebelum Masehi. Dan hari ini, Mesir menjadi salah satu eksporir kurma terbesar di dunia yang menjadi salah satu makanan sunnah Rasulullah SAW.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment