Ini yang Terjadi Pada Tubuh Usai 2 Jam Konsumsi Minuman Berenergi

shares

Minuman berenergi. Foto: dailymail.co.uk
Merasa lelah dan tidak bertenaga, mungkin sering kita rasakan. Jika mereka yang sedang sibuk dikejar terget, mungkin akan langsung mencari solusinya, salah satunya adalah dengan meminum minuman berenergi yang banyak beredar.

Sesekali memang tidak terlalu dipermasalahkan, untuk mengonsumsinya. Tetapi jika dilakukan secara rutin dan terus menerus itu bisa sangat berbahaya bagi kesehatan Anda, salah satunya untuk jantung.

Minuman berenergi berkafein ternyata lebih berbahaya daripada minuman yang hanya mengandung kafein saja, seperti kopi saran peneliti. Dan mereka juga menemukan hal yang mengejutkan, dua jam usai meminum minuman berenergi. Apa itu?

Sebuah penelitian menemukan bahwa, mengkonsumsi empat kaleng minuman energi sehari dapat mengakibatkan perubahan tekanan darah dan irama jantung yang tidak normal hanya dalam dua jam saja.

Periset menemukan--minuman energi yang tidak disebutkan namanya itu--namun tersedia secara komersial, mengakibatkan perubahan besar pada aktivitas listrik jantung dan tekanan darah.

Minuman itu dikemas dengan kadar gula 108 gram--setara 27 sendok teh--dan 320 miligram kafein, yang mendekati batas harian yang direkomendasikan, bersama dengan zat 'alami' lainnya seperti taurin, ginseng dan karnitin.

Dampak pada jantung secara signifikan lebih besar, daripada meminum minuman dalam jumlah yang sama yang mengandung kafein yang setara, namun tidak mengandung gula atau zat tambahan.

Peneliti Dr Emily Fletcher, dari Pusat Kesehatan Angkatan Udara AS di Travis, California, mengatakan: "Kami memutuskan untuk mempelajari potensi kesehatan jantung akibat minuman energi, karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan 75 persen personil militer telah mengkonsumsi minuman energi."

Temuannya dipublikasikan di Journal of American Heart Association, ia mengatakan ada lebih dari 500 jenis minuman energi di pasaran.

Mereka melacak 18 peserta muda secara acak, yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menerima 946 mililiter minuman energi, sedangkan kelompok kedua diberi minuman yang mengandung 320 miligram kafein, 40 mililiter air jeruk nipis dan 140 militer sirup ceri dengan air berkarbonasi.

Periset mengukur aktivitas listrik jantung para relawan dengan elektrokardiogram, dan tekanan darah mereka pada awal penelitian dalam satu, dua, empat, enam dan 24 jam setelah mengonsumsi minuman tersebut.

Mereka menemukan bahwa, jika dibandingkan dengan kelompok kafein, mereka yang berada dalam kelompok minuman energi menunjukkan tanda-tanda jantung 'berhenti sejenak' dan ada tambahan 10 milidetik antara detak jantung.

Tapi dia mengakui, jika ini adalah studi kecil dan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasilnya.

Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment