Golongan Darah Ini Paling Berisiko Terkena Serangan Jantung

shares

Ilustrasi golongan darah. Foto: boldsky.com
Gen setiap orang pasti akan berbeda dengan lainnya, hal ini lah yang membuat manusia tidak ada yang sama meskipun mereka terlahir kembar. Demikian juga dengan golongan darah, yang dibedakan menjadi empat golongan umum.

Kita mengenal beberapa golongan darah di antaranya A, B, AB dan O. Namun tahukah Anda, jika beberapa golongan darah bisa memprediksi seberapa besar risiko kita terkena penyakit berbahaya, salah satunya serangan jantung.

Lantas golongan darah mana yang lebih rentang terkena serangan jantung dan berapa besar risikonya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Orang yang memiliki golongan darah selain O, yaitu A, B, AB kemungkinan berisiko 9 persen lebih tinggi menderita serangan jantung dan kematian akibat kardiovaskular secara keseluruhan dibandingkan, sebuah penelitian menunjukkan.

Temuan ini menunjukkan bahwa, risiko yang lebih tinggi mungkin dimiliki karena terdapat konsentrasi faktor von Willebrand yang lebih besar--protein pembekuan darah yang telah dikaitkan dengan kejadian trombotik.

Orang dengan golongan darah ini diketahui memiliki kolesterol tinggi, yang merupakan faktor risiko utama serangan jantung.

Selanjutnya, mereka dengan golongan darah selain O juga memiliki galectin-3 yang lebih tinggi, protein yang terkait dengan pembengkakan dan hasil buruk pada pasien gagal jantung, kata periset.

"Studi ini menunjukkan bahwa mereka yang memiliki golongan darah selain O berisiko 9 persen terhadap koroner dan 9 persen meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, terutama infark miokard," kata penulis utama Tessa Kole, mahasiswa Universitas Medical Center Groningen di Belanda dikutip dari boldsky.com (2/05/2017).

Penelitian ini dipresentasikan di Heart Failure 2017 dan Kongres Dunia Keempat tentang Gagal Jantung Akut.

Untuk penelitian ini, tim melakukan meta-analisis pada golongan darah O dan non-O dan kejadian kardiovaskular termasuk infark miokard (serangan jantung), penyakit arteri koroner, penyakit jantung iskemik, gagal jantung, kejadian kardiovaskular dan mortalitas kardiovaskular.

"Kelompok darah harus dipertimbangkan dalam penilaian risiko untuk pencegahan kardiovaskular, bersamaan dengan kolesterol, usia, jenis kelamin dan tekanan darah sistolik," saran Kole.

Related Posts

0 comments:

Post a Comment