Minum Minuman Beralkohol di Usia 15 Tahun Percepat Kematian

shares

Ilustrasi remaja mabuk. Foto: dailymail.co.uk
Minuman beralkohol memang berbahaya bagi kesehatan, dan hal tersebut tidak diragukan lagi. Apalagi jika sudah ketagihan, bisa-bisa kesehatan Anda menjadi taruhannya. Terlebih dengan kadar yang tinggi.

Maka tidak heran, jika distribusi minuman beralkohol seringkali dibatasi bahkan dilarang di beberapa wilayah. Namun sering kali banyak remaja yang mengambil risiko, untuk mencicipinya meskipun itu sangat berbahaya.

Apalagi jika Anda sudah mencicipinya sejak usia dini--sekitar usia 15 tahun, maka potensi kematian akan jauh lebih besar peminumnya, hal tersebut tercatat dalam sebuah penelitian.

Penelitian ini dilakukan oleh Dr Hui Hu dari University of Florida, mengatakan: "Konsumsi dini minuman yang memabukkan dikaitkan dengan gangguan penggunaan alkohol, dan oleh karena itu, mungkin berperan dalam peningkatan angka kematian terkait penggunaan alkohol."

Bagaimana penelitian ini dilakukan

Periset dari University of Florida ini menganalisis kebiasaan minum yang tercatat telah merenggut nyawa hampir 15.000 orang dewasa, yang dilakukan selama tiga dekade.

Para peneliti memeriksa data dari awal tahun 1980an yang menanyakan kepada peserta, apakah mereka pernah minum sejak usia dini. Pada saat wawancara, sebagian besar peserta berusia antara 18 dan 44 tahun.

Mereka yang telah melakukannya setidaknya satu kali sebelum mereka berusia 15 tahun, sekitar 47 persennya lebih mungkin untuk meninggal selama masa studi berlangsung.

Dan mereka yang mabuk pada usia 15 tahun atau lebih, meningkatkan risiko kematian sebesar 20 persen selama penelitian.

Sekitar 61 persen peserta studi mengatakan bahwa, mereka telah mabuk pada titik tertentu, di mana sekitar 13 persennya mereka melakukan saat berusia 15 tahun.

Dari mereka yang mabuk, sekitar 37 persen menderita gangguan penyalahgunaan alkohol pada saat wawancara. Pada akhir penelitian, 26 persen dari mereka yang mabuk sejak muda telah meninggal.

Mengapa minum dini itu berisiko

Minum berlebihan di usia muda dianggap terkait dengan penyalahgunaan alkohol di kemudian hari. Namun, kecanduan alkohol mungkin bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi terhadap risiko kematian dini.

Bagaimana menafsirkan hasilnya

Dr Marcus berkata: "Tidak ada yang harus menafsirkan data ini. Sebaliknya, temuan ini berguna karena dapat membantu mengidentifikasi mereka yang berisiko tinggi meninggal sehingga dapat mencegah hasil yang buruk ini."

Related Posts

0 comments:

Post a Comment