Penyiar TV Cantik Menolak Membayar Biaya Salon RP100 Ribu

shares

Penyiar televisi berdebat dengan pemilik salon.
Salon dan wanita memang tidak bisa dipisahkan, apapun profesinya. Wanita senang k salon karena mereka ingin penampilannya selalu cantik atau menarik. Namun, mereka juga harus rela berlama-lama di salon.

Demikian juga biaya yang dikeluarkan saat melakukan perawatan tubuh di salon, mereka juga harus merogoh kocek lebih dalam bahkan hanya untuk satu perawatan saja. Bahkan, wanita ini pun sampai enggan membayar perawatan di salon.

Dalam sebuah video yang telah beredar di media sosial menunjukkan, seorang penyiar televisi terkenal beradu argumen di salon rambut. Di mana ia enggan membayar tagihan atas perawatan rambutnya sebesar Rp100 ribu. Apa penyebabnya?

Wanita yang sedang melakukan perawatan rambu di salon yang ada di Siam Square Bangkok ini, menolak membayar tagihan dengan alasan pegawai salon telah menggunakan air dingin untuk mencuci rambutnya.

Dalam video berdurasi 10 menit yang diposkan oleh Jax Phoenix, yang memperlihatkan pemilik salon Phoenix at One dan bintang media sosial Thailand juga pembawa berita Taiwan, Huang "Vivi" Ruowei berdebat.

Pada satu titik, Jax menampar telepon Vivi dari tangannya saat dia mencoba untuk merekam perselisihan tersebut. Dan videonya sampai saat ini telah ditonton lebih dari 8 juta tampilan, 78.000 dibagikan dan 22.000 komentar.

Setelah itu, Vivi menjelaskan di sebuah posting Facebook bahwa ketika dia dan temannya memesan layanan ini, awalnya harus membayar Rp100 ribu per orang, tapi ketika mereka tiba, harganya naik ke Rp130 ribu. Selain itu, AC di salon tersebut tidak bekerja dan rambutnya dicuci dengan air dingin, kata Vivi. Tak satu pun dari wanita senang dengan pelayanan salon ini, sehingga mereka menolak membayar.

Menurut seorang pegawai salon, teman Vivi telah meminta stafnya untuk berhenti mencuci rambutnya saat dia tahu bahwa airnya dingin. Salon kemudian memberinya diskon, dan membebankannya hanya Rp100 ribu. Meski begitu, dia menolak membayar.

Vivi mengklaim bahwa pemilik salon telah mengancam untuk menguncinya di dalam sampai mereka membayar. Namun, ini tampaknya sedikit miskomunikasi karena hambatan bahasa.

Menurut terjemahan dari Coconuts Bangkok, dalam video tersebut, Jax mengatakan kepada stafnya di Thailand: "Baiklah, jadi ayo kita kunci dan matikan semua lampu, jika mereka tidak mau pergi. Keluarlah, kalian semua! Kami melakukan segalanya untuk mereka Kami memberi mereka diskon Jika mereka tidak mau pergi, mereka bisa tinggal di sini."

Tampaknya juga, Jax percaya kedua pelanggan tersebut berasal dari China daratan. Di Facebook, dia memberi judul pada video tersebut: "Masalah umum bagi orang Thailand! Pelanggan China tidak mau membayar."

Dan, dalam video yang dipostingnya, "Negara Anda sangat mengerikan! Hubungi perdana menteri Anda. Hubungi presidenmu. Saya akan berbicara dengan presiden tentang kebiasaan buruk Anda. Ketika saya berada di negara Anda, saya tidak pernah bersikap seperti ini."

Permintaan maaf Vivi sebagian besar menarik komentar negatif dari netizen Taiwan, dengan banyak orang memanggilnya untuk kembali ke salon dan meminta maaf, karena kehilangan kesabarannya sebagai tamu di negara orang lain. Dengan cepat, Vivi menjawab bahwa dia akan melakukan hal itu.

Keesokan harinya Vivi dan temannya kembali ke salon untuk meminta maaf atas kesalahpahaman itu, dan, di depan media besar, ia memberikan Jax boneka binatang. Jax juga meminta maaf dan mengatakan bahwa dia akan memperbaiki layanan salonnya.

Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment