Pria 20 Tahun Ngaku Pernah Hidup di Planet Mars, Buktinya Meyakinkan Banget

shares

Boriska Kipriyanovich.
Apakah mungkin manusia pernah tinggal di planet Mars? Jawabannya pasti tidak mungkin. Karena ilmuwan mengatakan, jika planet merah tersebut tidak pernah ada kehidupan. Meskipun saat ini penelitian akan potensi manusia bisa hidup di sana terus digali.

Tapi seorang pria yang berasal dari Rusia, telah membingungkan ilmuwan. Ia mengklaim bahwa pernah tinggal di Mars sebelum ia terlahir kembali di Bumi. Dan tentunya ia tidak sembarangan bicara begitu saja.

Pria bernama Boriska Kipriyanovich ini juga telah membingungkan para ahli dengan pengetahuannya yang tidak biasa. Bahkan orangtuanya pun dibuat bingung, karena anaknya kerap mendiskusikan topik-topik yang tidak biasa. Apa itu?

Orang tuanya mengklaim, bahwa Boriska dapat berbicara beberapa bulan setelah dia lahir. Dan ia juga sering mendiskusikan topik yang tidak pernah mereka ajarkan kepadanya, seperti peradaban alien.

Saat menjadi balita, ia membuat kagum dokternya. Di mana ia bisa membaca, menulis dan menggambar pada usia dua tahun.

Ibunya yang berprofesi sebagai dokter, mengatakan bahwa indikasi pertama bahwa dia istimewa datang beberapa minggu setelah kelahiran. Dia dapat menahan kepalanya sendiri tanpa bantuan siapapun.

Boriska yang berasal dari Volgograd, mengklaim telah tinggal di Mars 'yang dilanda peperangan'. Di sana pernah ada bencana nuklir, yang menghanguskan kehidupan.

Dia mengatakan, bahwa orang Mars saat itu memiliki tinggi badan dua meter. Dan mereka masih hidup di Planet Merah dengan menghirup karbondioksida.

Menurut Boriska, mereka abadi dan berhenti menua pada usia 35 tahun. Mereka juga memiliki teknologi maju, dan mampu melakukan perjalanan antar bintang.

Sebagai anak sekolah, Boriska menjelaskan bagaimana orang Mars memiliki hubungan yang kuat dengan orang-orang Mesir kuno di Bumi. Dan bagaimana dia pernah mengunjungi planet ini sebagai pilot di pesawat tersebut.

Dia mengatakan, bahwa kehidupan di Bumi akan berubah secara dramatis. Hal ini terjadi ketika monumen Great Sphinx di Giza 'tidak terkunci', dan kunci mekanisme pembukaan tersembunyi di balik telinga.

Loading...

Related Posts

1 comments