Kemacetan Ternyata Bisa Sebabkan Kanker

shares

Kemacetan.
Setiap hari mereka yang hidup di kota-kota besar sudah tidak asing dengan kemacetan. Pergi bekerja, sekolah bahkan di malam hari pun kemacetan bisa terjadi. Apalagi jika musi hujan tiba, kemacetan akan semakin parah.

Banyak yang dirugikan dari kemacetan yang selalu terjadi, mulai dari ekonomi hingga psikis. Kita akan mudah sekali terkena stres akibat lamanya waktu yang dihabiskan di jalan.

Bahkan kini, kemacetan dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker. Di mana kanker telah menjadi salah satu penyakit yang mengerikan dan mematikan, yang belum ada obatnya. Lantas bagaimana hubungan kemacetan dan kanker?

Tidak lain karena polusi udara. Di mana risiko kesehatan yang begitu besar, kebanyakan kita sama sekali tidak menyadarinya. Informasi baru dari sebuah studi yang dilakukan di Universitas Surrey ini, akan membuat kita sadar akan masalah besar ini.

Meski tidak baru, polusi udara bersifat karsinogenik. Dan mereka yang terjebak macet, secara teratur dapat berkontribusi pada masalah ini.

Padahal, tingkat polusi di dalam kendaraan yang tidak bergerak karena lalu lintas, bisa lebih tinggi dibanding mobil lain yang bergerak di sepanjang jalan.

Ada situasi berbeda yang bisa Anda hadapi saat kemacetan. Tapi masalah terbesar adalah, saat kita duduk di mobil dengan jendela tertutup. Di mana polusi udara akan masuk lewat kipas angin atau pendingin udara.

Akibatnya, polutan terakumulasi di dalam mobil. Paparan asap beracun saat dalam kemacetan hampir tidak dapat dihindari. Dengan mobil-mobil di sekitar Anda, hampir tidak mungkin untuk tidak menghirup udara kotor.

Hal ini tidak hanya meningkatkan masalah kesehatan, tapi mungkin juga berisiko terkena kanker paru-paru. Syukurlah, ada beberapa cara untuk memperbaiki situasi, seperti:

  • Ubah pengaturan kipas angin, yang akan memungkinkannya untuk mengedarkan sirkulasi udara di dalam mobil tanpa menghisap polutan dari luar.
  • Jaga agar jendela tetap ditertutup.
  • Sebisa mungkin, jangan gunakan kipas angin.
  • Cobalah untuk meningkatkan jarak antara mobil Anda dan kendaraan di depan, untuk mengurangi paparan asap beracun.
  • Jika Anda terus-menerus terkena polusi udara, detoks sebanyak mungkin dengan minum jus detoks.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengenali polusi udara sebagai karsinogenik bagi manusia. Dan ini merupakan satu dari 10 risiko kesehatan bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan. Polusi udara telah banyak mencatat efek negatif bagi kesehatan kita, termasuk:
  • Penyakit pernafasan dan kardiovaskular berat
  • Ditambahkan stres pada jantung dan paru-paru kita, karena mereka harus bekerja lebih keras untuk mengedarkan oksigen ke tubuh.
  • Dapat merusak sel-sel di sistem pernafasan kita
Masalah kesehatan memburuk, karena kemacetan dapat mempercepat penuaan paru-paru. Dan dapat menyebabkan berkurangnya atau kehilangan kapasitas paru-paru. Asma, emfisema, dan bronkitis adalah salah satu penyakit yang dapat dikembangkan oleh seseorang selain kanker. Secara keseluruhan, kemacetan lalu lintas dan paparan polusi udara pada umumnya, dapat mempersingkat masa hidup kita.

Foto: stethnews.com.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment