Korban Penyiraman Air Keras Temukan Cinta Sejati Saat Penyembuhan

shares

Korban penyiraman air keras dan kekasihnya.
Kejahatan dengan menggunakan air keras saat ini kian merajalela. Banyak orang yang tidak ebrsalah menjadi korbanya. Tidak hanya harta yang hilang, tubuh pun menyisakan luka yang cukup menyakitkan dan sulit sembuh.

Siapapun bisa menjadi korban kejahatan yang satu ini, dan pelakunya bisa bebas tanpa diketahui. Salash satunya wanita yang satu ini, di mana wajahnya hancur akibat kejahatan ini. Namun ia tidak begitu saja pasrah dengan hidupnya.

Wanita asal India ini menderita luka bakar mengerikan di wajahnya, bahkan kehilangan penglihatannya. Ia disiram air keras oleh pengagumnya, dan berharap tidak pernah mendapatkan jodoh. Tapi ternyata, ia menemukan pendamping dengan cara yang tidak diduga.

Pramodini Roul, yang saat itu baru berusia 15 tahun saat seorang tentara paramiliter melemparkan air keras ke wajahnya karena ditolak, kini hendak melangsungkan pernikahan.

Sekarang diusianya yang 25 tahun, wanita yang dipanggil Rani mendapatkan jodoh saat melakukan pengobatan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Rani kerap keluar masuk rumah sakit untuk berbagai operasi serta pengobatan. Saat itulah Rani bertemu Saroj Kumar Sahoo - teman perawatnya - dan mereka berencana untuk menikah.

Rani saat itu menghabiskan empat bulan di ICU, setelah kejadian tersebut. Dan kemudian menghabiskan empat tahun terbaring di tempat tidur di rumahnya di Odisha di India timur. Sementara ibunya yang janda merawatnya sendiri, termasuk membalut luka-lukanya.

Setelah menderita sakit selama hampir satu dekade, menjalani lima operasi rekonstruktif, termasuk satu untuk mengembalikan tingkat penglihatan di mata kirinya. Serta berjuang melawan depresi, Rani mengatakan bahwa dia akhirnya menemukan alasan untuk kembali menjalani hidup.

Keduanya bertemu saat Rani berada di rumah sakit, dan telah tinggal bersama selama satu tahun di New Delhi. Sekarang berencana untuk menikah.

"Saroj benar-benar memperlakukanku seperti ratu. Dia mencintaiku seperti aku. Dia selalu mendorong saya untuk menjalani hidup dengan bahagia. Dia telah menjadi bagian dari diriku. Saya tidak akan bisa melihat dunia hari ini, jika saya tidak memilikinya dalam hidup saya," ucap Rani dikutip dari Daily Mail.
Korban penyiraman air keras.
Rani dan Saroj bertemu pada bulan Maret 2014, di sebuah rumah sakit swasta. Di mana dia dirawat karena infeksi yang bernanah, yang telah merusak kakinya.

Dokter telah memberi tahu ibunya, bahwa Rani akan membutuhkan setidaknya empat tahun sebelum dia bisa berjalan lagi.

Saroj adalah teman perawat yang merawat Rani, dan saat itu sedang melakukan kunjungan rutin saat ia melihat ibu Rani menangis tak berdaya, dan memberikan dukungannya.

Ternyata, Rani belum pernah melihat Saroj sampai September ini, saat dia menjalani operasi pertama di mata kiri. Namun dia bilang dia telah jatuh karena daya tariknya.

Seiring pertemanan mereka semakin dalam dan kuat, keduanya mengungkapkan perasaan satu sama lain. Pada awalnya Rani ragu untuk menjalin hubungan, karena dia merasa tidak siap untuk itu.

"Dia meyakinkan saya bahwa akan datang suatu hari ketika saya tidak akan bisa melihat dunia dan bekerja, tapi juga bisa membuat orang lain bahagia. Dia selalu percaya diri," katanya.

Rani kini bekerja dengan Chhanv Foundation, sebuah perawatan pendukung untuk korban serangan air keras, yang membantu dalam mengatur dana untuk operasi dan rehabilitasi mereka.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment