Orang Pemarah Meninggal Lebih Cepat, Kenali Alasannya

shares

Sifat pemarah.

Sebagian besar dari kita mungkin pernah atau bahkan sering meluapkan emosi alias marah. Baik itu kepada teman, saudara atau bahkan anak-anak. Marah kadang ada baiknya, tetapi lebih banyak buruknya.


Bahkan dalam penelitian terbaru mengungkapkan, jika orang yang sering marah cenderung memiliki umur lebih pendek alias cepat meninggal dunia. Tentunya itu tidak ingin terjdi pada Anda, bukan? Lantas apa alasan pemarah lebih cepat meninggal dunia?

Kadang memang suit sekali menjadi orang penyabar, apalagi jika kita harus berdiam diri saat mendapatkan kabar yang kita tidak sukai. Jadi Anda perlu tahu, kenapa orang pemarah akan meninggal lebih cepat. Berikut 10 alasannya.

1. Orang Pemarah Meninggal Dunia Lebih Cepat
Periset dari Iowa State University menemukan bahwa, pria yang pemarah di usia 20 sampai 40 tahun, satu setengah kali lebih cepat untuk meninggal dunia, dibandingkan dengan mereka yang penyabar.

Ilmuwan yakin hal ini disebabkan sejumlah faktor yang menghubungkan stres dengan kerusakan fisiologis. Seringnya pelepasan adrenalin menyebabkan kerusakan DNA, yang dapat menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa seperti multiple sclerosis.

Baca Juga: Mekanik Cantik Ini Bikin Pria Ogah Berkedip

2. Tidak Tidut dengan Baik
Perasaan marah menghasilkan respons yang meningkat dalam amigdala, bagian otak yang terkait dengan naluri bertahan hidup. Emosi marah mendorong amigdala untuk memberi sinyal kecemasan yang meningkat, ke bagian otak dan tubuh lainnya. Yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke anggota badan dan jantung, yang membuat relaksasi hampir tidak mungkin dilakukan.

3. Melepaskan Hormon Stres

Emosi seperti kegembiraan atau kemarahan, mengakibatkan pelepasan hormon stres kortisol, adrenalin dan testosteron, yang menempatkan tubuh ke mode flight-or-flight.

Lonjakan kimiawi meningkatkan aliran darah ke otak, dan memicu pembengkakan pembuluh darah dan saraf di sekitar otak. Tekanan bisa mengakibatkan ketegangan dan sakit kepala. Sebuah studi terhadap 422 orang dewasa sehat menemukan, bahwa penderita sakit kepala kronis secara signifikan lebih tinggi pada orang pemarah.

4. Mengurangi Fungsi Pernapasan

Orang dengan sifat pemarah menyebabkan fungsi sistem pernafasan berkurang, kata periset di Harvard School of Public Health. Studi yang meneliti fungsi paru-paru lebih dari 2.000 pria, selama periode delapan tahun, mengamati bahwa individu pemarah sangat buruk bagi kesehatan paru-paru.

5 Membuat Anda Depresi

Ketika kita marah, neurotransmiter dan hormon dikirim melalui aliran darah. Akibatnya meningkatkan denyut jantung dan ketegangan otot. Ini adalah keadaan tubuh yang waspada. Sering terjadi reaksi ini membuat ketegangan pada neuron di hipotalamus, 'pusat kendali stres' otak, yang berarti bahwa menjadi sulit bagi neuron untuk dimatikan. Dan 'hormon bahagia' serotonin secara signifikan terkuras, pada beberapa individu pemarah.

6. Kamu Akan Sakit Lagi

Terlalu banyak kortisol dalam tubuh - dilepaskan oleh kelenjar adrenal saat amarah meledak - dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah, menekan tiroid dan bahkan mengurangi kepadatan tulang, menurut para peneliti di Universitas Southampton.

Saat dilepaskan awalnya, kortisol memicu respons anti-inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh. Namun kenaikan hormon yang berkepanjangan, membuat tubuh lebih rentan terhadap virus.

7. Risiko Penyakit Jantung Meningkat

Seiring tekanan darah meningkat berkat lonjakan adrenalin, jantung berdetak lebih cepat, meningkatkan risiko ritme jantung abnormal yang berpotensi fatal. Adrenalin juga menandakan pelepasan trombosit, yang dapat memicu pembekuan darah atau memblokir arteri - sangat berbahaya jika arteri dibatasi oleh penumpukan kolesterol.

Studi telah menunjukkan, bahwa pria yang pemarah tiga kali lebih mungkin menderita penyakit jantung, menurut ilmuwan Harvard University.

8. Sulit Mencerna Makanan

Begitu sinyal 'fight or flight' dikeluarkan oleh otak, suplai darah diarahkan ke area yang dibutuhkan anggota tubuh. Itu berarti suplai darah ke sistem pencernaan berkurang, dengan jumlah oksigen berkurang yang dibutuhkan untuk menjaga bakteri 'baik' di usus Anda tetap hidup.

Sistem kekebalan tubuh yang berkurang dapat menyebabkan lapisan usus yang lemah, meningkatkan kerentanan terhadap bakteri berbahaya yang memasuki daerah tersebut, menurut para ahli di University of California.

Baca Juga: Pertarungan Tiga Jam King Kobra Melawan Piton, Siapa Menang?

9. Membuat Anda Terlihat Lebih Tua

Ilmuwan Brasil telah menunjukkan, bahwa stres yang meningkat mengurangi jumlah glukokortikoid - hormon yang terlibat dalam sintesis kolagen senyawa plumpsing kulit.

Kurangnya kolagen berkontribusi terhadap kulit yang kendor dan berkerut. Terlebih lagi, sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat respons stres meningkatkan reaksi inflamasi pada patogen di bawah kulit.

Dermatologists di University of Rochester mengatakan, bahwa peningkatan periode kemarahan mengganggu fungsi penghalang kulit, sehingga memudahkan alergen untuk menembus dan mengakibatkan kondisi kulit seperti dermatitis dan psoriasis.

10. Hipertensi

Kemarahan membuat Anda berisiko tinggi untuk mengembangkan masalah kesehatan. Sebuah analisis University of Chicago melaporkan adanya peningkatan risiko hipertensi, bagi orang-orang yang marah.

Para ahli mengatakan, bahwa dengan menekan emosi, hormon stres akan stabil sehingga membuat Anda jauh lebih sehat..

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment