7 Bulan Terapung di Laut, Bagaimana Pria Paruh Baya Ini Hidup?

Terapung di samudera Hindia. Foto: dailymail.co.uk.
Pelaut - Menjadi pelaut adalah profesi yang penuh dengan risiko. Apalagi cuaca di laut tidak bisa diprediksi. Tetapi, banyak orang yang mengandalkan mata pencahariannya dari melaut. Meskipun risikonya cukup tinggi.

Bahkan seorang pelaut asal Polandia mengatakan, bahwa dia menghabiskan tujuh bulan terapung di samudera Hindia. Ia tidak memiliki rekan, dan hanya ditemani oleh kucingnya.

Bencana ini terjadi saat kapal yang disewanya rusak, sehingga ia tidak bisa lagi kembali kedaratan. Namun ia telah diselamatkan oleh penjaga pantai Prancis. Lantas bagaimana ia bisa bertahan selama tujuh bulan di samudera Hindia?

Dikutip dari Daily Mail, Zbigniew Reket, 54 tahun, mengatakan bahwa dia dan kucingnya telah terapung di lautan. Ia bisa bertahan selama berbulan-bulan hanya mengandalkan paket sup asal Cina. Di mana ia hanya makan satu kali sehari.

Ia juga makan dengan menangkap ikan, sebelum diselamatkan di dekat pulau Reuni pada 25 Desember lalu.

Dia mengatakan, bahwa pada bulan Mei ia telah meninggalkan Kepulauan Comoros, di lepas pantai Mozambik, adalah Afrika Selatan. Ia mencoba menyusun rencana perjalanan di laut lepas sebagai bahan cerita.

Ia ingin melakukan perjalanan lebih dari 2.000 kilometer. Di mana ia akan berlayar melalui Selat Mozambik, rute pelayaran yang sibuk dengan arus kuat.
Zbigniew Reket.
Tapi angin bertiup sangat kencang, sehingga ia hilang kendali atas kapalnya. Di tambah ada kerusakan pada mesin. Sampai akhirnya ia mencapai Afrika dan terus melaju ke pulau Reuni Prancis. Hingga ia ditemukan oleh seorang awak kapal pesiar.

Pelaut tersebut mengatakan, bahwa alat-alat di atas kapalnya telah dihancurkan ombak besar. Dia juga tidak memiliki sarana komunikasi.

"Kami melayang ke arah pantai Somalia, lalu ke arah Maladewa, dan kemudian ke Indonesia. Beberapa kali saya bisa melihat daratan, tapi tidak bisa mengarahkan kapal ke sana. Saya melihat beberapa kapal tapi baterai di radio saya sudah mati," ucapnya.

Petualangan laut bukan hal yang asing bagi Reket. Ia sudah memulainya sejak tahun 2014, ketika dia melakukan perjalanan ke India dari rumahnya di Amerika Serikat.

Dan saat diselamatkan, Reket kekurangan gizi namun dalam keadaan sehat. Sebuah lembaga amal kini membantunya dengan pakaian dan makanan.

Reket kini ingin hidup sebagai warga negara Uni Eropa.

"Saya ingin memiliki kehidupan normal, mencari pekerjaan, dan mengapa tidak tinggal di sini?" tanyanya.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bukti Baru Lokasi Bahtera Nabi Nuh
Loading...

0 Response to "7 Bulan Terapung di Laut, Bagaimana Pria Paruh Baya Ini Hidup?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel