Dokter Tarik Kepala Bayi Hingga Putus Saat Proses Persalinan

Peti mati bayi. Foto: dailymail.co.uk
Kematian Bayi - Proses persalinan adalah penentuan hidup mati seorang ibu, begitu juga dengan bayinya. Apalagi jika dilakukan dengan cara normal. Banyak ibu maupun bayi yang harus meregang nyawa, saat proses persalinan berlangsung.

Butuh keyakinan kuat dari ibu, saat ia ingin melahirkan dengan cara normal. Maka tidak heran, jika saat ini banyak ibu-ibu yang memilih melahirkan dengan cara caesar, meskipun proses ini juga sama-sama berisiko tinggi.

Kematian juga bisa datang dari bidan maupun dokter yang membantu proses persalinan. Seperti yang dialami oleh ibu yang satu ini, di mana bayinya meninggal karena kesalahan dokter. Bagaimana kejadiannya?

Kejadian mengerikan terjadi di sebuah rumah sakit di Tartagal, Argentina barat laut. Saat ibu terpaksa melahirkan anaknya secara prematur.

Dikutip dari Daily Mail, kepala bayi laki-laki ini tetap berada di dalam perut ibunya saat melahirkan secara alami, bersama dengan plasenta.

Ibu bernama Reina Natalia Valazquez dan suaminya, merilis rincian tragedi tersebut. Setelah ia mengajukan klaim, atas kelalaian yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit tersebut.

Valazquez dari Buenos Aires, saat itu hamil 22 minggu. Saat dia memasuki awal persalinan, Senin 22 Desember lalu. Saat dia menghabiskan Natal di rumah keluarganya di Salvador Mazza.

Dia dibawa dengan ambulans ke rumah sakit Juan Domingo Peron, di mana seorang tim medis memutuskan melakukan tindakan. Karena bayinya sangat kecil, dia pun dipaksa untuk melahirkan secara alami.

Tapi setelah kepala bayi keluar lebih dulu, leher rahim sang ibu menyempit.

Dan saat suaminya telah pergi membeli popok, ia melihat salah satu petugas medis sudah memegangi tubuh bayi tanpa kepalanya.

"Pada saat persalinan kita tidak tahu apakah itu adalah dokter atau bidan yang menarik bayinya. Sehingga kepalanya terpisah dari tubuh," ucap klaim tersebut dikutip dari dailymail.co.uk.

Dalam sebuah wawancara dengan situs Argentina El Grito Salta, Reina Natalia Valazquez menyalahkan dokter yang gagal melakukan persalinan.

"Ketika air ketuban pecah, dokter membawa saya ke ruang persalinan. Dan mulai mendorong perut saya, dan meregangkan bayinya meskipun saya tidak merasakan sakit sebelum lahir," ucap sang ibu.

Sementara Jose Fernandez, direktur rumah sakit mengatakan kepada situs InformateSalta, bahwa petugas medis telah memutuskan untuk melakukan operasi caesar karena Valazquez sudah mengalami pembukaan hingga 11 centimeter.

Layanan penuntutan di Argentina hari ini mengkonfirmasi, bahwa sebuah investigasi telah dilakukan untuk melihat penyebab kematian bayi tersebut.

Otopsi sedang dilakukan pada bayi, yang beratnya 700 gram, untuk mengetahui penyebab kematian, menurut sebuah pernyataan.

"Kami telah memberikan rincian kejadian tersebut, dan memberi tahu nama-nama dokter dan ahli kandungan yang ikut ambil bagian. Secara resmi belum ada yang membuktikan bahwa kematian bayi itu disebabkan oleh kelalaia petugas," tambahnya.

Loading...

0 Response to "Dokter Tarik Kepala Bayi Hingga Putus Saat Proses Persalinan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel