Meninggalkan Kebiasaan Sepele Ini Bisa Sebabkan Kanker

shares

Sel kanker.

Kanker bisa jadi penyakit yang paling ingin dihindari semua orang. Tapi ternyata banyak kebiasaan yang kita lakukan, justru mengundang kanker datang ke tubuh kita. Termasuk di antaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat.


Kita ingin menghindari kanker karena penyakit ini sulit sekali untuk disembuhkan. Begitu juga dengan pengobatan kanker, yang membutuhkan biaya cukup besar dan memakan waktu yang sangat lama.

Nah, jika Anda ingin terhindar dari kanker, salah satunya kanker tenggorokan maka jangan meninggalkan kebiasaan sepele yang satu ini. Karena terbukti bisa mengurangi risiko kita terkena kanker yang berbahaya.

Dikutip dari Daily Mail, menyikat gigi bisa mengurangi risiko terkena kanker tenggorokan lebih dari seperlima.

Tingkat yang lebih tinggi dari bakteri tertentu, yang terkait dengan penyakit gusi, akan meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker sebesar 21 persen. Temuan ini ada dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat.

Tidak jelas apakah itu bakteri atau penyakit gusi, yang mengarah ke kanker akibat pola makan.

Periset berpendapat, temuan mereka menyoroti pentingnya kebersihan mulut dan gigi. Menyikat gigi dua kali sehari dan kunjungan dokter gigi reguler, bisa menghindari komplikasi kesehatan lainnya.

Kanker tenggorokan adalah yang kedelapan paling umum dari penyakit ini. Dan penyebab keenam kematian terkait kanker di seluruh dunia, menurut para peneliti.

Namun, karena kanker sering tidak ditemukan sampai mencapai stadium lanjut, tingkat ketahanan hidup lima tahun berkisar antara 15 sampai 25 persen.

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Periset dari New York University menganalisis, sampel dari 122.000 orang yang mengisap cairan di sekitar mulut mereka. Lebih dari 10 tahun, 106 peserta penelitian mengembangkan kanker kerongkongan.

Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Cancer Research. Hasil menyoroti pentingnya kebersihan mulut.

Hasil mengungkap, bakteri tertentu yang terkait dengan penyakit gusi, bisa meningkatkan risiko kanker tenggorokan hingga 21 persen.

Namun, strain bakteri lainnya menurunkan kemungkinan seseorang terkena kanker. Tidak jelas, apakah bakteri atau penyakit gusi tertentu menimbulkan risiko kanker pada seseorang.

Peneliti utama Profesor Jiyoung Ahn mengatakan: "Studi kami menunjukkan, bahwa mempelajari lebih lanjut tentang peran mikrobiota mulut berpotensi menyebabkan strategi mencegah kanker kerongkongan, atau setidaknya mengidentifikasinya pada tahap awal."

Profesor Ahn menambahkan, temuan tersebut mengkonfirmasi perlunya kesehatan mulut yang baik, untuk melindungi diri dari penyakit gusi dan komplikasi kesehatan lainnya.

Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment