Pekerja IT Buang 'Harta Karun' di Laptop Senilai Rp1,3 Triliun

shares

Laptop mahal terdapat harta karun di dalamnya.

Laptop kini bukan barang mewan dan aneh lagi. Hampir setiap hari kita bisa menemukan orang-orang yang sedang beraktivitas di hadapan laptop. Baik itu anak-anak hingga pekerja, sudah banyak yang menggunakan laptop untuk kebutuhannya.


Di era teknologi seperti saat ini, harga laptop bahkan cukup terjangkau. Apalagi banyak hal yang bisa kita lakukan dengan laptop, mulai dari menggeluti hobi menulis hingga mendapatkan uang dari dunia maya.

Tapi pernahkah Anda mendengar jika laptop bisa berharga sangat mahal? Kalau hingga puluhan juta mungkin itu wajar. Tapi bagaimana jika di dalam laptop ada 'harta karun' dengan nilai lebih dari Rp1,3 triliun? Mungkin terdengar cukup mengejutkan.

Seorang pekerja IT dari Welsh mengatakan, bahwa saat itu dia sengaja membuang laptop berisi hard drive penuh Bitcoin pada tahun 2013. Di mana harga bitcoin saat itu jatuh tajam, sehingga ia membuang laptopnya.

James Howells, dari Newport, membuang laptopnya yang berisi bitcoin yang bernilai 'seratus ribu pound' pada saat itu.

Tapi setelah nilai mata uang maya itu melonjak lebih dari 1.000%, dia mengatakan bahwa dia kehilangan jutaan dolar dengan membuang perangkatnya.

James Howells.
Dia sekarang meminta izin dari dewan Newport, untuk pergi mencari laptop di tempat pembuangan akhir. Pria berusia 32 tahun itu, memulai 'menambang' Bitcoin di laptopnya pada 2009.

Dia menambang sekitar 7.500 bitcoin, yang kemudian dia simpan di file wallet di hard drive laptopnya.

"Pada pertengahan 2013 saat pembersihan, hard drive - yang berharga beberapa ratus ribu pound - secara keliru dibuang dan dimasukkan ke dalam tempat sampah umum di tempat pembuangan sampah lokal saya," kata James kepada Telegraph.

Dia sekarang memeriksa proses hukum dan biaya potensial, untuk menggali situs TPA dalam upaya untuk mencari laptop yang berisi hard drive yang hilang.

Meski biaya penggali cukup mahal, dia berharap bisa menemukannya.

Tidak seperti mata uang keras yang dicetak oleh pemerintah, bitcoin diciptakan oleh 'penambang', yang menggunakan perangkat lunak khusus untuk memecahkan masalah matematika dan mengeluarkan bitcoins sebagai gantinya.

Setiap bitcoin memiliki alamat publik dan kunci privat, keduanya merupakan kombinasi huruf dan angka yang panjang yang bertindak sebagai pengenal unik, seperti sidik jari.

Kunci privatnya seperti password, yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi dengan bitcoin.

Apa itu Bitcoin? Bagaimana cara kerjanya?

Bitcoin adalah mata uang virtual yang muncul setelah krisis keuangan 2008. Ini bisa dibeli dan dijual dengan menggunakan uang biasa, tapi koin sebenarnya hanya ada di dunia maya dalam bentuk kode numerik.

Setelah dibeli, mereka kita dapay menukar dengan beberapa barang dan jasa, seperti uang normal atau ditransfer ke mata uang lainnya.

Tidak seperti uang yang dikeluarkan oleh bank dan sangat diatur oleh pemerintah, Bitcoin tidak dapat dilacak dan dapat dipertukarkan secara anonim dengan siapapun di dunia ini.

Ketika diluncurkan pada tahun 2009, masing-masing Bitcoin berharga lima sen di Amerika Serikat, namun minggu lalu nilai satu koin mencapai angka $10.000 atau Rp130 juta.

Mata uang ini telah digunakan di banyak tempat, bahkan sebuah agen properti di Dubai telah menerima Bitcoins sebagai transaksi jual beli.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Related Posts

0 comments:

Post a Comment