Rasis, Apple iPhone X Dibanting oleh Pengguna di China

iPhone X. Foto: dailymail.co.uk.
iPhone X - Apple telah merilis iPhone X di beberapa negara di dunia, dan disambut dengan antusias oleh banyak penggemarnya. Apalagi iPhone X memiliki fitur-fitur yang tidak ada di versi sebelumnya, seperti kunci pengenalan wajah.

Namun fitur ini tidaak selalu mulus, bahkan dalam perkenalannya fitur ini sempat tidak merespon. Bahkan kini, fitur tersebut telah dituduh sebagai 'rasis'. Hal ini menimpa salah satu pengguna iPhone X di China.

Hal ini terjadi usai iPhone X yang dibeli oleh ibunya, ternyata bisa dibuka oleh anaknya. Lantas seperti apa tanggapan Apple dengan fitur terbarunya ini?

Seorang suami membelikan istrinya smartphone baru, tapi kemudian dia terkejut saat menemukan ternyata bisa dibuka oleh anaknya.
Tampaknya, keluarga yang tinggal di kota Shanghai ini bukan satu-satunya pengguna di China, yang bisa saling membuka telepon pintar buatan Apple ini.

Sang ayah, yang diidentifikasi hanya oleh nama keluarganya Liu, menelpon hotline layanan pelanggan Apple untuk melaporkan masalahnya. "Anak kami menggunakannya dan tidak tahu kata sandinya," katanya, menurut Stasiun TV Shandong .

Dia diberitahu itu adalah kasus langka, karena faktanya istri dan anaknya terlihat sangat mirip. Raksasa teknologi tersebut kini telah melancarkan penyelidikan penuh, atas klaim keluarga Liu.

Berita tersebut muncul hanya seminggu setelah seorang wanita China menyadari, bahwa dia bisa membuka iPhone X milik temannya.

Seperti yang terjadi pada Madam Yan dari Nanjing, yang terkejut mengetahui temannya Madam Wan bisa membuka telepon barunya, dengan menggunakan fitur pengenal wajah.

Ini terlepas dari pasangan yang memiliki sejumlah fitur berbeda, termasuk potongan rambut yang berbeda. Pasangan ini mengklaim kejadian tersebut terjadi beberapa kali.

Ketika Madam Yan pertama kali menghubungi hotline Apple, mereka mengatakan bahwa itu 'tidak mungkin'. Pasangan itu membawa telepon ke toko, untuk membuktikan apa yang terjadi dan mendapati mereka bisa membuka semua telepon di toko.

"Kami tidak memiliki rasa aman. Karena setiap transaksi bisa dilakukan lewat telepon pintar," ucap Madam Wan.

Banyak pengguna yang sekarang khawatir, jika iPhone X tidak bisa membedakan orang Tionghoa satu sama lain. Namun, Apple terus mempertahankan perangkat lunak pengenal wajahnya.

Perusahaan mengklaim, hanya ada satu dari satu juta kemungkinan wajah orang lain bisa membuka kunci ponsel Anda. Perusahaan telah bekerja dengan orang-orang di seluruh dunia, untuk menghindari hal ini terjadi.

Fitur pengenal wajah ini menggunakan jaringan syaraf wajah, yang dirancang dengan menggunakan lebih dari satu miliar gambar, tulis Gizmodo.

"Kami bekerja dengan orang-orang dari seluruh dunia, untuk memasukkan kelompoknya terwakili. Termasuk jenis kelamin, usia, suku, dan faktor lainnya," katanya.

Pengembang juga melatih jaringan syaraf tiruan, untuk mengenali dan menolak orang yang mencoba membuka kunci telepon dengan foto atau masker. MailOnline telah menghubungi Apple untuk memberikan komentar, namun mereka belum memberikannya secara resmi.

Loading...

0 Response to "Rasis, Apple iPhone X Dibanting oleh Pengguna di China"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel