Wanita Ini Tulis Buku Pengalamannya Diraba-raba di Kereta Api

chikan
Chikan di Jepang.
Kereta api listrik menjadi salah satu sarana transportasi andalan di kota-kota besar. Apalagi saat kemacetan semakin parah. Karena kereta api bisa membuat jarak tempuh lebih cepat, karena bebas dari kemacetan.

Tetapi di kota-kota besar, pengguna kereta api listrik baik wanita maupun pria masih banyak yang disatukan. Di sana penumpangnya bisa berbaur dengan mereka yang berbeda jenis kelamin, meskipun ada gerbong yang dikhususkan untuk wanita.

Dan siapa sangka, ternyata banyak sekali wanita yang mengalami pengalaman pahit saat menggunakan jasa transportasi massal ini. Seperti wanita ini, yang telah menggunakan kereta api selama 6 tahun. Dan selama itu, ia kerap merasakan tangan-tangan jahil.

Dikutip dari en.rocketnews24.com, wanita ini kerap merasakan rabaan di kereta api yang ramai. Dan para wanita ini dikenal dengan nama chikan di Jepang. Dan ini salah satu masalah serius.

Ada berbagai strategi yang diambil untuk membantu melindungi chikan, mulai dari adanya gerbong khusus wanita hingga stiker rasa malu bagi pelakunya.

Dia adalah Kumi Sasaki yang menjadi salah satu chikan. Ia baru saja menerbitkan sebuah buku, yang mencatat pengalaman traumatisnya. Dari usia 12 sampai 18 tahun, dia merasakan rabaaan hampir setiap hari dalam perjalanan pulang pergi ke dan dari sekolah, selama enam tahun berturut-turut.

Buku ini dirilis pada bulan November tahun lalu, dan semakin populer sejak diterbitkan. Sasaki menggambarkan kejadian yang terjadi di seluruh sekolah menengah, dan semuanya mengerikan bahkan mencekam.

Sasaki mengingat kejadian chikan pertamanya, saat berada di Jalur Yamanote di Tokyo. Dia merasakan ada tangan pria menggosok tubuhnya, dan itu tidak berhenti.

Dia menulis: "Jari-jari tangannya yang tidak biasa masuk ke dalam kerah blusku. Lalu dia menyentuh punggungku, dia kakiku, pinggangku, bahkan daerah lainnya. Dia meletakkan tangannya langsung di bawah pipi, dengan diam mengangkat rokku."

Karena sangat muda, Sasaki tidak tahu apa yang terjadi dan ia hanya shock.

Tapi itu tidak berakhir di situ. Hampir setiap hari selama enam tahun berikutnya, dia terus 'diserang' di kereta api selama perjalanannya. Pelakunya bervariasi, dari pria di usia belasan hingga usia lanjut. Dia bahkan pernah diikuti hingga ke rumah oleh seorang pria yang sudah menikah setelah meraba-raba.

Siklus tanpa henti menyiksa Sasaki, yang ternyata merugikan diri sendiri hingga mencoba bunuh diri. Sekarang di usia pertengahan tiga puluhan, Sasaki tinggal di luar Jepang, bisa dia mengatakan masih takut untuk naik kereta api di Jepang.

Sasaki menulis buku berjudul, Tchikan, untuk menyebarkan kabar tentang bagaimana chikan lebih berbahaya daripada yang disadari orang-orang. Dia mengatakan bahwa banyak orang Jepang menganggap ini hanya hal kecil, bukan masalah besar.

Cara di mana insiden chikan diperlakukan sepele di Jepang, membuat Sasaki terisolasi dan tidak bisa mencari pertolongan untuk melepaskan rasa sakitnya. Dengan menulis buku ini, dia ingin menunjukkan seberapa dalam luka yang bisa disingkirkan dari chikan 

Buku Tchikan saat ini hanya tersedia dalam bahasa Prancis, namun jika Anda berminat Anda bisa memesannya di Amazon Prancis.

Foto: https://en.rocketnews24.com
Loading...

0 Response to "Wanita Ini Tulis Buku Pengalamannya Diraba-raba di Kereta Api"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel