Loading...
Seperempat Bagian Bumi Akan Menjadi Gurun, Indonesia?

Seperempat Bagian Bumi Akan Menjadi Gurun, Indonesia?

Prediksi peta kekeringan dunia. Foto: dailymail.co.uk.
Saat ini suhu global terus mengalami peningkatan, dan kita menyebutnya sebagai pemanasan global. Namun masih sedikit negara yang prihatin dengan keadaan ini. Pemakaian bahan bakar fosil diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Meskipun kenaikan hanya 2 derajat Celcius, namun bisa membuat dunia lebih kering bahkan gurun akan terbentuk di beberapa negara. Hal ini telah dikuatkan dalam sebuah penelitian terbaru, dan ilmuwan telah memperingatkan.

Lebih dari seperempat permukaan tanah di dunia, yang menampung lebih dari 1,5 miliar orang, akan menjadi lebih kering. Dan kekeringan ini akan kebakaran hutan secara luas. Diperkirakan banyak penduduk Bumi akan meninggal dunia.

Membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius secara dramatis, akan mengurangi persentase permukaan bumi yang terkena dampaknya, klaim para ilmuwan.

Dikutip dari Daily Mail, penelitian ini telah mengukur tingkat kekeringan permukaan tanah, yang didapat dari kombinasi presipitasi dan penguapan.

"Aridifikasi akan muncul lebih dari 20 sampai 30 persen dari permukaan tanah dunia. Pada saat perubahan suhu global mencapai 2ÂșC," kata Dr Manoj Joshi dari University of East Anglia School of Environmental Sciences dan salah satu co studi tersebut.

Tim peneliti mempelajari proyeksi dari 27 model iklim global, dan area teridentifikasi di dunia. Di mana tanah akan berubah secara substansial.

Daerah yang paling terkena dampak adalah bagian dari Asia Tenggara, Eropa Selatan, Afrika Selatan, Amerika Tengah dan Australia Selatan. Daerah ini merupakan rumah bagi lebih dari 20 persen populasi dunia atau lebih dari 1,5 miliar orang.

Studi ini melihat tingkat kenaikan suhu global saat ini, dan membandingkannya dengan data sebelum revolusi industri.

Dunia telah menghangat 1 derajat Celsius sejak saat itu.

Dua pertiga dari daerah yang terkena dampak, dapat menghindari aridifikasi yang signifikan jika pemanasan terbatas pada 1,5 derajat Celsius.

Dr Chang-Eui Park, rekan penulis studi dari Southern University of Science and Technology di China mengatakan, cara lain untuk melihat perubahan potensial sebagai 'kekeringan moderat terus-menerus'.

"Aridifikasi adalah ancaman serius karena dapat berdampak kritis terhadap wilayah seperti pertanian, kualitas air, dan keanekaragaman hayati," kata Dr Park.

"Ini juga bisa menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan. Serupa dengan yang terlihat mengamuk di California," tambahnya.

Perjanjian Paris, yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2015, merupakan kesepakatan internasional untuk mengendalikan perubahan iklim.

Ini berharap dapat menahan kenaikan suhu rata-rata global hingga di bawah 2 derajat Celcius. Dan untuk mengejar upaya untuk membatasi kenaikan suhu menjadi 1,5 derajat Celsius.

Pada bulan Juni lalu, Presiden Trump mengumumkan niatnya untuk Amerika Serikat, penghasil gas rumah kaca terbesar kedua di dunia, untuk menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Dunia yang lebih kering bisa menjadi kenyataan dan pemandangan dahsyat. Dan kebakaran hutan seperti di California mungkin akan terjadi lebih sering di beberapa daerah.

Kekeringan adalah salah satu kekhawatiran terbesar di beberapa bagian dunia. Di mana curah hujan akan jarang terjadi dan air menjadi barang langka.

Beberapa bagian Kenya, misalnya, bisa sepanjang tahun tanpa setetes hujan pun turun.

Dr Jeong berkata: "Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca ke atmosfer untuk menjaga agar pemanasan global, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya aridifikasi signifikan yang terjadi di banyak belahan dunia."

Penelitian ini dipublikasikan di Nature Climate Change.

Baca juga:

Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments