7 Mitos Tentang Tidur dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

Gangguan tidur.
Orang membutuhkan jam tidur bervariasi, tergantung pada berbagai faktor yang dihadapi dalam aktivitasnya. Sementara terdapat beberapa fakta dan mitos tentang tidur, yang dapat mempengaruhi terhadap istirahat Anda di malam hari.

Hal ini tidak dapat diabaikan bahwa, mitos tentang tidur mengubah cara kita menafsirkan positif dan negatif tentang tidur itu sendiri. Dan ada beberapa mitos populer tentang tidur, yang berdampak terhadap kesehatan.

Dampak mitos tidur ini terhadap kesehatan, telah terbentuk selama bertahun-tahun. Satu pola tidur mempengaruhi tingkat metabolisme tubuh, dan memberikan kontribusi untuk berbagai manfaat kesehatan serta bahayanya. Berikut adalah 7 mitos tentang tidur dan dampaknya terhadap kesehatan.

1. Tidur minimal 6 jam
Ini adalah mitos yang populer di masyarakat, dan banyak yang berbicara tentang jam tidur ini. Faktanya, jumlah tidur yang dibutuhkan tergantung pada mekanisme tubuh. Ada orang yang butuh tidur hanya 4 jam saja, dan kesehatannya akan baik-baik saja.

2. Tidur siang membuat lelah
banyak yang berkata, jika kita tidur siang akan membuat badan menjadi lebih lelah. Padahal, tidur di jam siang sekitar 15 menit, akan membuat kita lebih segar saat bangun.

3. Berolahraga sebelum tidur bikin tidak nyenyak
Banyak orang berpendapat bahwa, berolahraga sebelum tidur dapat mengganggu tidur Anda. Tetapi faktanya jika Anda berolahraga sebelum tidur, kemungkinan Anda akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

4. Banyak tidur di akhir pekan
Banyak orang mengatakan, "Anda dapat mengejar ketinggalan tidur selama akhir pekan". Itu benar-benar salah besar! Anda tidak bisa membiarkan tubuh terlalu banyak tidur di akhir pekan. justru tubuh butuh kegiatan lain, di luar pekerjaan kantor.

5. Bebas tidur kapan saja
Ini lagi adalah mitos yang cukup sering dikatakan. Tidur seperti ini memiliki dampak langsung terhadap metabolisme tubuh Anda, yang akhirnya berdampak kepada kesehatan. Orang-orang yang bangun sampai larut malam, berada pada risiko tiga kali lebih tinggi terkena depresi.

6. Menggunakan obat tidur
Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa, pil tidur jauh lebih efektif dalam mengobati insomnia pada tahap awal ketika kondisi ini benar-benar menjadi kronis. Namun di luar insomnia, pil tidur sangat berbahaya digunakan.

7. Normal tidur saat miting
Jika Anda berada di ruang kuliah atau miting dan Anda tertidur karena mengantuk, itu pasti tidak normal. tetapi hal ini karena kelelahan berlebihan, dan Anda harusnya menghilangkan kelelahan tersebut bukan dengan tisur siang.


Boldsky
Loading...

0 Response to "7 Mitos Tentang Tidur dan Dampaknya Terhadap Kesehatan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel