Loading...
Kisah Pria Dipaksa Layani Nafsu Selama 20 Jam Sehari

Kisah Pria Dipaksa Layani Nafsu Selama 20 Jam Sehari

Ilustrasi traffiking. Foto
Perdagangan manusia atau trafficking saat ini menjadi isu yang selalu bergulir, sulit untuk menangkap pelakunya. Biasanya, mereka yang menjadi korban adalah wanita dan akan dijadikan sebagai budak pemuas nafsu.

Selain itu, banyak korban yang tergiur oleh gaji besar yang ditawarkan oleh pelaku. Namun ternyata, bukan hanya wanita saja yang bisa menjadi korban trafficking, pria juga bisa menjadi korbannya.

Pria tidak hanya dijadikan buruh kasar dengan gaji kecil, tetapi bisa juga menjadi pemuas nafsu untuk wanita saja, tapi bagi pria sekalipun. Salah satunya dialami pria ini. Bagaimana kisahnya?

Gila, Guru Cantik Ini Gauli Muridnya 50 Kali

Andras Janos Vass yang berumur 26 tahun, yang berhasil ditangkap karena perdagangan anak ke Amerika Serikat, menyuruh korbannya tinggal di sebuah apartemen kecil dan memperlakukan mereka sebagai budak pemuas nafsu sepanjang hari dan hanya diberi istirahat beberapa jam saja, baik oleh pria lain atau melalui Webcam.

Salah satu korban mengatakan di pengadilan, jika ia menderita dan trauma dari pengalaman buruk selama sisa hidup mereka.

"Ini benar-benar sulit bagi saya untuk bersosialisasi, untuk berbaur dengan orang-orang. Saya mulai minum untuk mencoba melupakan. Saya kehilangan semua teman-teman saya," ucap salah satu korban yang kami kutip dari Daily Star.

Vass saat itu terbang dari Hungaria, dan ia mengatakan kepada korbannya tinggal di New York dan bekerja dalam sebuah bisnis yang sah. Tapi kenyataan, ia melakukan kebohongan.

Selama menjadi korban kekejaman Vass, mereka tidak diizinkan untuk memiliki dokumen perjalanan, sehingga tidak bisa melarikan diri.

Sadis, Pria Ini Telanjangi dan Tusuk Wanita di Hotel

"Saya berada di bawah kendali mereka, sepanjang hari, sepanjang malam," kata salah satu korban.

Korban bercerita, jika pelaku menggunakannya bak sebuah mesin. Ia dijual ke orang asing, dan tidak diizinkan untuk menjadi lelah, bahkan sedih.

Vass kini dijatuhi hukuman 155 tahun penjara.

"Saya tahu betul bahwa saya bersalah. Setelah apa yang saya lakukan, saya ingin memulai hidup baru yang bersih dan aku meminta bantuan Tuhan dan saya berdoa setiap hari," kata Vass.


Baca juga:

Loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments