Pria Diprediksi 'Punah' 14 Abad Lalu, Kini Ilmuwan Membuktikannya

Kromosom Y
Kromosom. Foto: dailymail.co.uk.
Sekitar 14 abad yang lalu, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Di antara tanda tanda kiamat adalah berkurangnya ilmu, munculnya kebodohan, tersebarnya perzinahan, banyak wanita, dan sedikitnya laki laki sehingga lima puluh wanita mempunyai satu laki laki." (HR Bukhari)

Lantas benarkan pria akan 'punah' dari muka bumi ini sebelum terjadinya kiamat? Menurut ilmu pengetahuan, pria telah memainkan peran penting dalam menentukan jenis kelamin bagi keturunannya.

Kromosom Y, yang dibawa oleh kira-kira setengah dari sperma pria, menentukan apakah seorang anak akan berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Dan kini ilmuwan modern telah membuktikan, jika pria memang akan 'punah' dari bumi.

Dikutip dari Daily Mail, jika kromosom Y hadir, anak akan berkembang menjadi anak laki-laki, padahal kekurangan untai DNA ini akan menghasilkan anak perempuan.

Sekarang para ilmuwan menganggap, jika kromosom Y bisa hilang dalam waktu kurang dari lima juta tahun.

Dalam sebuah artikel untuk The Conversation, Dr Peter Ellis dan profesor Darren Griffin dari University of Kent membahas implikasi pergeseran genetik ini.

Kromosom Y mungkin merupakan simbol maskulinitas, namun semakin jelas bahwa itu adalah sesuatu yang kuat dan abadi.

Meskipun mengandung gen 'master switch', SRY, yang menentukan apakah embrio akan berkembang sebagai laki-laki (XY) atau perempuan (XX), juga mengandung sedikit gen lain dan merupakan satu-satunya kromosom yang tidak diperlukan seumur hidup.

Bagaimanapun, wanita bisa mengelola dengan baik tanpa satu gen tersebut.

Terlebih lagi, kromosom Y telah merosot dengan cepat, meninggalkan perempuan dengan dua kromosom X normal, namun laki-laki dengan X dan Y yang 'layu'.

Jika tingkat degenerasi yang sama berlanjut, kromosom Y hanya memiliki 4,6 juta tahun sebelum hilang sama sekali.

Ini mungkin terdengar seperti waktu yang lama, tapi bukan saat Anda menganggap bahwa kehidupan telah ada di Bumi selama 3,5 miliar tahun. Kromosom Y tidak selalu seperti ini.

Jika kita memutar mundur jam ke 166 juta tahun yang lalu, ke mamalia pertama, ceritanya benar-benar berbeda.

Kromosom proto-Y awalnya berukuran sama dengan kromosom X dan mengandung gen yang sama. Namun, kromosom Y memiliki kelemahan mendasar.

Tidak seperti semua kromosom lainnya, dimana kita memiliki dua salinan di masing-masing sel kita, kromosom Y hanya ada sebagai satu salinan, berpindah dari ayah ke anak laki-laki mereka.

Ini berarti bahwa gen pada kromosom Y tidak dapat mengalami rekombinasi genetik, 'pengocokan' gen yang terjadi pada setiap generasi yang membantu menghilangkan mutasi gen yang merusak.

Kehilangan manfaat rekombinasi, gen kromosom Y merosot dari waktu ke waktu dan akhirnya hilang dari genom.

Meskipun demikian, penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa kromosom Y telah mengembangkan beberapa mekanisme yang cukup meyakinkan untuk 'mengerem', memperlambat laju kehilangan gen menjadi terhenti.

Sebagai contoh, sebuah penelitian Denmark baru-baru ini, yang diterbitkan di PLoS Genetics, mengurutkan bagian dari kromosom Y dari 62 pria yang berbeda dan menemukan bahwa rawan penataan struktur skala besar memungkinkan 'penguatan gen' - perolehan banyak salinan gen yang mempromosikan kesehatan fungsi sperma dan mitigate gen loss.

Studi ini juga menunjukkan bahwa kromosom Y telah mengembangkan struktur yang tidak biasa, yang disebut 'palindromes' (urutan DNA yang membaca ke depan yang sama terbalik - seperti kata 'kayak'), yang melindunginya dari degradasi lebih lanjut.

Mereka mencatat tingkat tinggi 'peristiwa konversi gen' dalam urutan palindromik pada kromosom Y - ini pada dasarnya adalah proses 'copy and paste' yang memungkinkan gen yang rusak diperbaiki dengan menggunakan salinan cadangan yang tidak rusak sebagai template.

Melihat ke spesies lain (kromosom Y ada pada mamalia dan beberapa spesies lainnya), semakin banyak bukti menunjukkan bahwa amplifikasi gen kromosom Y adalah prinsip umum di seluruh kehidupan.

Kemudian muncul pertanyaan, apakah kromosom Y benar-benar akan hilang? Komunitas ilmiah, seperti di Inggris saat ini, membagi pendapat menjadi 'pejuang' dan 'orang yang tertinggal'.

Imuwan akan merekayasa genetika, sehingga fungsi gen kromosom Y akan terus terjaga. Dan mereka bisa memungkinkan pasangan wanita sesama jenis bisa hamil atau pria tidak subur bisa memiliki keturunan.

Loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pria Diprediksi 'Punah' 14 Abad Lalu, Kini Ilmuwan Membuktikannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel