Deretan Makanan Favorit yang Mengandung Zat Aditif Penyebab Kanker

Penyakit kanker termasuk yang paling mematikan, di mana kebanyakan penderitanya tidak selamat. Banyak dari mereka yang tidak mengetahui jika di dalam tubuhnya kanker telah menyebar, hingga akhirnya terlambat untuk diobati.

Dan inilah yang menyebabkan mengapa kanker menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Gejala kanker pun kadang tidak terasa dan sulit untuk dikenali, hingga mereka telah menyebar dan menyebabkan kegagalan fungsi tubuh.

mengunyah permen karet

Salah satu penyebabnya adalah makanan olahan, di mana di antaranya telah dimasukkan beragam zat aditif yang berbahaya. Bahkan Prancis, telah melarang zat aditif kontroversial dari makanan-makanan favorit ini karena masalah keamanan. Apa saja?

Titanium Dioksida Aditif yang Dicurigai Penyebab Kanker

Dikutip dari Daily Mail, Titanium dioksida, yang ditambahkan ke dalam permen karet hingga saus, tidak akan lagi diizinkan di negara itu pada tahun depan.

Ini terjadi setelah ulasan pada aditif 2017, yang muncul sebagai label E171, gagal menjamin keamanannya.

Bahan kimia ini dicurigai telah menyebabkan kanker, yang telah terbukti melintasi dinding usus hewan ke paru-paru dan hati mereka setelah 'paparan makanan'.

Baca Juga:

Tinggalkan Kebiasaan Sepele Ini Kanker Akan Menyerang Anda
Lawan Kanker dengan Kunyit, Begini Cara Mengonsumsinya
10 Buah Pencegah Kanker yang Harus Kamu Konsumsi

Tetapi pejabat pemerintah di Inggris mengklaim, E171 adalah 'tidak menjadi perhatian' dan 'tidak ada larangan untuk digunakan'.

Aditif Penyebab Kanker yang Ditambahkan untuk Pemutih

Pemutih yang biasa diberi kode E171, juga sering ditambahkan ke permen dan kue, cat, pasta gigi dan tabir surya.

Dan Institut Nasional Penelitian Pertanian Prancis, adalah yang pertama menimbulkan kekhawatiran penggunaan E171.

Sebuah penelitian mengungkapkan, tikus yang diberikan paparan zat ini mengalami pertumbuhan prakanker sebesar 40 persen. Zat aditif ini ditambahkan ke air minum selama 100 hari.

Dan penelitian dalam model lab menyarankan, jika E171 merusak usus kita. Ini memungkinkan bakteri berbahaya memasuki sistem pencernaan, dan mencegah penyerapan nutrisi.

Badan kesehatan dan keselamatan AMSES kemudian diminta untuk meninjau 25 studi, yang meneliti bahan tersebut.

Mereka menyimpulkan, ada 'kekurangan data ilmiah' yang membuktikan zat aditif aman bagi manusia. Dan 'tidak ada asupan harian yang dapat diterima', ujar kementerian ekonomi dan lingkungan Prancis mengumumkan dalam pernyataannya.

Rekomendasi Pelarangan E171 untuk Mencegah Penyakit Kanker

Mereka menekankan, ini 'sebagai tindakan pencegahan' dan merekomendasikan produsen makanan menggunakan 'alternatif yang lain'.

Prancis mengoperasikan 'prinsip kehati-hatian', yang memungkinkan produk yang berpotensi berbahaya dilarang, sebelum data mengonfirmasi bahwa produk tersebut berbahaya, The Connexion melaporkan.

Larangan ini tidak berlaku untuk produk non-makanan. Misalnya, E171 akan terus diizinkan di tabir surya karena kemampuannya untuk memantulkan sinar UV.

Namun, beberapa peneliti tetap khawatir bahan kimia tersebut dapat diserap melalui kulit.

Larangan itu juga tidak berlaku untuk obat-obatan, dengan E171 kadang-kadang ditambahkan ke tablet untuk membuatnya lebih buram.

Dan kini, banyak pabrikan makanan di Perancis dilaporkan berhenti menggunakan zat aditif ini.

Nah ada bagusnya bagi kita untuk memerhatikan makanan. Pilihlah yang baik dan halal, termasuk di antaranya tidak ada zat tambahan. Dan lebih baik, pilihlah makanan yang segar dan sehat serta organik.

Baca Juga: Hati-hati, Ini 10 Tanda Peringatan Kanker Serviks

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, bukan.

0 Response to "Deretan Makanan Favorit yang Mengandung Zat Aditif Penyebab Kanker"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel