Kena Kanker Paru-paru, Mantan Sales Rokok Ini Tuntut Perusahaannya

Setiap perokok pasti sudah tahu risiko merokok, yang ada dan ditulis di setiap bungkus rokok. Salah satunya adalah rokok bisa menyebabkan penyakit kanker, dan telah banyak orang yang merasakan saat penyakit ini menyerang tubuhnya.

ilustrasi rokok

Tapi anehnya, banyak orang yang masih tidak peduli dengan peringatan tersebut. Bahkan yang lebih miris, banyak perokok pemula yang merupakan kalangan anak-anak. Ini tentu membuat mereka lebih rentan lagi terkena beragam penyakit mematikan.

Namun saat kanker menyerang, hanya penyesalan yang ada. Tapi berbeda dengan yang dilakukan mantan sales rokok ini. Di mana saat ia didiagnosa terkena kanker paru-paru, malah menuntut perusahaannya. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dikutip dari Daily Mail, alasannya adalah karena perusahaannya kerap memberinya ribuan rokok gratis.

Baca Juga: Iklan Anti Rokok Paling Mengerikan

Pria bernama Simon Neale, mengatakan dia diberikan 1.200 rokok gratis setiap bulannya, saat bekerja untuk sebuah perusahaan yang kemudian bergabung dengan British American Tobacco.

Neale pun kemudian memilih untuk merokok, hingga menjadi perokok berat karena pekerjaannya.

Tetapi tahun lalu, Neale didiagnosis menderita kanker paru-paru yang tidak bisa dioperasi. Dia pun kemdudian berhenti merokok, setelah mengetahui tentang penyakitnya.

Sebuah badan amal anti-merokok mengatakan, Neale tidak sendirian dalam penderitaannya. Dan menyerukan kepada calon korban lain untuk maju, dan memanggil Big Tobacco untuk bertanggung jawab.

Saat itu, Neale menghabiskan empat tahun bekerja sebagai sales untuk Rothmans, produsen rokok Inggris, dari 1982 hingga 1986.

Ketika dia bekerja di sana, dia diberi begitu banyak rokok gratis. Hingga sering disimpan di dalam brankas, dan juga di bagasi mobilnya.

"Bekerja di Rothmans, saya berubah dari menjadi perokok sesekali, perokok sosial, kemudian menjadi perokok berat karena saya memiliki begitu banyak rokok yang diberikan kepada saya," ucap Neale.

Menggandeng firma hukum Leigh Day, mereka mempertimbangkan untuk menggugat British American Tobacco, yang membeli Rothmans pada tahun 1999.

Pengalaman Neale dapat menjadi preseden bagi orang lain, yang bekerja untuk perusahaan rokok.

Selain memberikan rokok gratis kepada karyawannya, perusahaan juga memberikan rokok gratis kepada masyarakat.

"Simon Neale bukan satu-satunya. Ribuan karyawan diberikan rokok gratis dan rokok gratis juga dibagikan kepada publik. Big Tobacco mempromosikan produknya sambil bersembunyi dari masyarakat - dan karyawannya sendiri - bukti sendiri bahwa merokok sangat membuat kecanduan," kata Arnott dari firma tersebut.

Mereka akan mendorong siapa pun yang sekarang menderita penyakit serius yang berhubungan dengan merokok, yang mulai merokok sebelum tahun 1990-an, untuk maju dan menceritakan kisah mereka kepada kami.

Baca Juga: Ini yang Terjadi 20 Menit Usai Berhenti Merokok

Hubungan antara rokok dan kanker paru-paru mulai dipahami oleh masyarakat sekitar tahun 1950-an. Pada saat itu, beberapa dokter meyakini saat itu jika tembakau memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Sementara, penelitian oleh Universitas Stanford yang diterbitkan pada 2012 mengklaim, perusahaan rokok menghasilkan US$ 10.000 atau setara Rp130 juta, untuk setiap kematian yang disebabkan oleh rokok.

Jadi, apakah Anda mempertimbangkan untuk berhenti merokok saat ini juga?

0 Response to "Kena Kanker Paru-paru, Mantan Sales Rokok Ini Tuntut Perusahaannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel